get app
inews
Aa Text
Read Next : FSI DPR RI PKB Tempuh 12 Jam untuk Salurkan Bantuan Banjir ke Tapanuli Selatan

Banjir Rendam Jabodetabek, Diguyur Hujan hingga Pagi Ini

Jum'at, 23 Januari 2026 | 06:07 WIB
header img
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah Jabodetabek. (Foto: Ilustrasi/Ade Suhardi).

BEKASI, iNewsBekasi.id Banjir kembali melanda sejumlah wilayah Jabodetabek setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak kemarin. 

Berdasarkan pantauan, curah hujan cukup tinggi semalaman di kawasan Bekasi. Bahkan, hingga pagi ini, Jumat (23/1), curah hujan masih tinggi.  

Curah hujan yang terus-menerus ini menyebabkan genangan di berbagai titik permukiman serta membuat sejumlah saluran air dan sungai meluap, sehingga aktivitas warga terganggu dan memicu sejumlah peristiwa darurat.

Di Bekasi, banjir melanda sejumlah titik, seperti di Nasio, Jatiasih dan kawasan Rawalumbu. Bahkan, sejumlah ruas jalan tidak dapat dilewati kendaraan. 

Sebelumnya, di Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir yang merendam ibu kota imbas hujan deras meluas, Kamis (22/1/2026), membuat 12 RT dan 17 ruas jalan tergenang.

“Info terkini genangan 22 Januari 2026 sampai dengan pukul 12.00 WIB, BPBD mencatat saat ini terdapat 12 RT dan 17 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).

Sementara, banjir juga menelan korban jiwa. Dua bocah di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten ditemukan tewas tenggelam setelah terpeleset dan terseret arus irigasi yang meluap.

Kedua korban diketahui masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD), yakni Umam (10) dan Fariz (11). Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah warga berjibaku melakukan pencarian di aliran irigasi yang tertutup banjir.

Kapolsek Cisoka Iptu Aditya mengatakan peristiwa tragis ini bermula saat kedua korban bersama seorang teman mereka bernama Nando sedang bermain di dekat saluran irigasi, Rabu (21/1/2026). Saat itu, kondisi irigasi sedang meluap akibat banjir yang merendam area perumahan.

"Ketiga bocah ini sedang bercanda di atas tanggul irigasi. Namun nahas, mereka terpeleset dan langsung terbawa arus banjir yang sangat kuat," ujar Iptu Aditya, Kamis (22/1/2026).

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Nando berhasil diselamatkan dari derasnya arus, namun Umam dan Fariz hilang tenggelam sebelum sempat dijangkau oleh warga.

Suasana di lokasi kejadian seketika mencekam saat jenazah kedua korban berhasil dievakuasi ke daratan. Salah satu orang tua korban yang tiba di lokasi tak kuasa menahan kesedihan dan jatuh histeris melihat buah hatinya sudah terbujur kaku.

"Satu korban selamat, Nando, langsung dilarikan ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan perawatan medis karena sempat syok dan lemas," kata Kapolsek. 

Jenazah Umam dan Fariz telah diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dimakamkan pada Kamis sore. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat wilayah pemukiman sedang dilanda banjir.

Kondisi saluran irigasi atau selokan yang tertutup air banjir seringkali menjadi jebakan mematikan yang tidak terlihat oleh anak-anak saat bermain.

Editor : Tedy Ahmad

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut