Lengkap, Bacaan Doa Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan dan Tata Caranya
BEKASI, iNewsBekasi.id – Bacaan doa ziarah kubur menjelang Ramadhan penting diketahui umat Islam. Menjelang bulan suci, banyak masyarakat yang melakukan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan serta mendoakan keluarga, kerabat, dan orang-orang yang telah wafat.
Dalam ajaran Islam, ziarah kubur merupakan amalan yang disunnahkan. Tujuannya untuk mengingat kematian dan kehidupan akhirat, sekaligus memanjatkan doa bagi mereka yang telah mendahului. Meski bisa dilakukan kapan saja, momen menjelang Ramadhan kerap dimanfaatkan untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi para ahli kubur.
Berikut tata cara, bacaan doa, serta adab ziarah kubur sesuai sunnah.
Sebelum memasuki area makam, dianjurkan mengucapkan salam kepada penghuni kubur:
السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ
Latin:
Assalamu ‘ala ahlid diyar minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullahul-mustaqdimîn minkum wa minna wal musta’khirîn, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.
Artinya:
“Assalamu'alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian.”
Al-Qur'an menganjurkan umat Islam untuk membaca ayat-ayat suci. Surat Al-Fatihah menjadi bacaan utama yang diharapkan pahalanya sampai kepada mayit.
Beberapa ayat yang dianjurkan saat ziarah kubur antara lain:
Surat Al-Baqarah ayat 1–5
“Alif Lam Mim… Dzālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn.”
Artinya: “Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255)
Surat Al-Baqarah ayat 284–286
Artinya: “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi...” (QS Al-Baqarah: 284-286).
Surat Al-Ikhlas (3x)
Surat Al-Falaq (3x)
Surat An-Nas (3x)
Bacaan ini diharapkan memberi ketenangan bagi penghuni kubur serta perlindungan dari Allah SWT.
Saat berada di makam, dianjurkan memperbanyak zikir seperti “La ilaha illallah” dan “Subhanallah wa bihamdihi” serta membaca istighfar.
Berikut doa yang dianjurkan untuk jenazah sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Sahih Muslim:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Artinya:
“Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskan tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikan rumah, keluarga, dan pasangan yang lebih baik, serta lindungi dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim)
Menghadirkan hati dengan khusyuk dan niat karena Allah SWT.
Tidak duduk di atas kuburan, karena kubur harus dihormati.
Mengucapkan salam kepada penghuni kubur.
Menghadap ke arah wajah mayit sebagai bentuk penghormatan.
Merenungkan kematian dan kehidupan akhirat.
Mendoakan orang yang telah meninggal.
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Menghindari perbuatan yang dilarang, seperti meratap berlebihan atau melakukan ritual yang tidak sesuai syariat.
Hikmah Ziarah Kubur Menjelang Ramadan
Ziarah kubur bukan sekadar tradisi, tetapi sarana muhasabah diri. Dengan mengingat kematian, seorang Muslim diharapkan lebih siap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh ketakwaan.
Selain mendoakan ahli kubur, ziarah juga menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan kehidupan akhirat adalah tujuan yang kekal. Dengan menjaga adab dan niat yang benar, amalan ini dapat memperkuat iman dan memperbaiki hati. Wallahu A’lam.
Editor : Wahab Firmansyah