get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Terbaru! Jam Kerja ASN Kabupaten Bekasi Selama Ramadan 2026

Ramuan Alami Penunjang Puasa, dari Kunyit Madu hingga Temulawak

Rabu, 18 Februari 2026 | 22:45 WIB
header img
Ilustrasi, ramuan kunyit dan madu dipercaya membantu mengurangi asam lambung saat puasa Ramadan. (Foto: TimesofIndia).

BEKASI, iNewsBekasi.id- Gangguan pada lambung kerap menjadi masalah saat menjalani ibadah puasa Ramadan. Untuk mengurangi keluhan tersebut, ramuan tradisional berbahan dasar kunyit dan madu disebut dapat membantu menekan produksi asam lambung.

Resep sederhana ini dibagikan Bernadetta Yuni, pemilik PT Dapur Pedak Margomulyo, dalam diskusi daring yang digelar Herbalped pada Senin (16/2/2026). Cara membuat ramuan tersebut cukup mudah, yakni dengan memarut kunyit secukupnya, memeras airnya, lalu mencampurkannya dengan madu.

“Ramuan ini cukup manjur untuk membantu mengurangi asam lambung, sehingga ibadah puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman,” ujar Yuni.

Selain Yuni, diskusi juga menghadirkan narasumber dari Semarang, yakni Putri Ayu bersama suaminya, Didik Mardi, serta Agi Sugianto, wartawan yang kini merintis usaha di bidang musik dan herbal melalui sistem maklon.

Tak hanya kunyit dan madu, Yuni juga menyarankan konsumsi minuman tradisional berbahan temulawak untuk menjaga stamina tubuh selama berpuasa. Putri Ayu pun menyampaikan hal serupa. Ia menilai minuman temulawak cukup efektif membantu menjaga kebugaran selama Ramadan.

Topik ramuan tradisional penunjang puasa ini menjadi salah satu bahasan utama dalam diskusi bertajuk “Ramuan Kreatif Usaha Herbal: Strategi Branding & Pemasaran Unik Menjelang Ramadhan”. Kegiatan tersebut menyoroti peran jamu dan minuman tradisional, baik sebagai pendukung kesehatan maupun peluang usaha.

Bernadetta Yuni diketahui sebagai pengusaha kuliner asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang selama bertahun-tahun mengelola bisnis katering olahan daging dan sambal kemasan. Dalam setahun terakhir, ia merambah usaha minuman tradisional melalui merek Jamu Nongendong.

Produk tersebut dikemas dalam botol praktis dan dipasarkan melalui showcase di lokasi strategis seperti mal, hotel, restoran, hingga klinik, dengan menyasar segmen pasar menengah ke atas. Ketertarikan Yuni pada jamu berawal dari kegemarannya meracik rempah untuk konsumsi pribadi.

Pengalaman itu berkembang menjadi peluang bisnis setelah ia menjuarai lomba meramu jamu di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 2023.

Prestasi tersebut mendorongnya mengembangkan inovasi jamu kekinian dengan tambahan soda, boba, dan varian modern lainnya, meski tetap memosisikan produknya sebagai minuman tradisional.

Saat ini, Yuni tengah mengurus perizinan BPOM dan sertifikat halal, seiring adanya tawaran pemasaran di Yogyakarta International Airport. Ia menyebut produknya dapat bertahan hingga satu bulan jika disimpan di lemari pendingin.

Sementara itu, Didik Mardi dan Putri Ayu memilih jalur berbeda dalam memasarkan produk mereka. Sejak 2004, Didik menekuni usaha berbasis tanaman herbal dan memproduksi minuman segar. Sesuai regulasi, mereka tidak menyebut produknya sebagai jamu, melainkan minuman segar.

Untuk promosi, Putri Ayu memanfaatkan media sosial dengan cara unik, yakni menjual jamu sambil bernyanyi, lalu mengunggahnya ke YouTube dan TikTok. Selain pemasaran daring, pasangan ini juga membuka lapak di sejumlah lokasi, termasuk kawasan car free day di Kota Semarang.

Strategi pemasaran turut menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Agi Sugiyanto, pemilik PT Tradisi untuk Semesta, menekankan pentingnya pemasaran terbatas guna melindungi produk dari pemalsuan.

“Produk yang booming biasanya cepat dipalsukan. Karena itu kami membatasi pemasaran lewat marketplace, digital marketing, dan telemarketing,” ujar Agi.

Meski demikian, ia menegaskan promosi melalui media sosial tetap efektif dan relevan di tengah perubahan perilaku konsumen. Diskusi ini menegaskan bahwa minuman tradisional tidak hanya berfungsi sebagai penunjang kesehatan selama Ramadan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi produk dan strategi pemasaran yang tepat.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut