get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa M 2,7 Guncang Bekasi Pagi Ini, Getarannya Terasa di Cikarang hingga Karawang

Update Gempa NTT M7,7, Lebih dari 5.900 Warga Mengungsi dan 914 Rumah Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:52 WIB
header img
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan merusak sejumlah pelabuhan serta Bandara Komodo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 5.900 warga mengungsi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Data tersebut merupakan laporan BNPB per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB. Ribuan warga terdampak tersebar di sejumlah wilayah yang merasakan dampak gempa.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka, dengan jumlah mencapai 3.356 jiwa.

Sebanyak 1.356 jiwa mengungsi di GOR Samador, sementara 2.000 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri di 10 titik pengungsian.

Sementara itu, jumlah pengungsi di Kabupaten Manggarai mencapai 2.078 jiwa. Pengungsi juga tercatat di Kabupaten Nagekeo sebanyak 500 jiwa serta di dua wilayah di provinsi berbeda, yakni Bima dan Kepulauan Selayar.

BNPB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan distribusi logistik bagi para pengungsi menjadi salah satu prioritas dalam penanganan darurat pascagempa.

Berton mengatakan sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan, khususnya bagi para penyintas di Kabupaten Manggarai.

"Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih (tandon), hingga genset," kata Berton dalam keterangan tertulis.

Kebutuhan tersebut diperlukan untuk mendukung warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut