Kemendikdasmen Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Renovasi 1.487 Sekolah di NTT
JAKARTA, iNewsBekasi.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan program revitalisasi untuk 1.487 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2026. Program perbaikan sarana dan prasarana pendidikan tersebut didukung anggaran mencapai Rp1,2 triliun.
Jumlah sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi sekolah Kemendikdasmen 2026 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program revitalisasi menyasar 580 sekolah.
“Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun,” kata Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen Moch. Salim Somad, Kamis (10/9/2026).
Program revitalisasi tersebut menyasar sekolah yang mengalami kerusakan bangunan berat, termasuk sekolah yang masih menggunakan ruang belajar darurat. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran perbaikan adalah SDN Mboeng di Manggarai Timur, NTT.
Salim mengatakan pengecekan terhadap kondisi sekolah telah dilakukan. Perbaikan akan difokuskan pada ruang kelas yang mengalami kerusakan berat serta ruang belajar yang kondisinya masih darurat.
SDN Mboeng memiliki 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut didukung 10 tenaga pendidik.
Sekolah tersebut memiliki lima bangunan permanen. Namun, dua ruang kelas mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan pembelajaran.
Sebagian pembangunan ruang kelas di SDN Mboeng juga sebelumnya dilakukan melalui swadaya masyarakat, terutama orang tua siswa. “Sebagian pembangunan dari swadaya orang tua siswa,” ujar Salim.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan revitalisasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan perbaikan bangunan permanen. Ketersediaan ruang belajar yang aman dan layak juga menjadi kebutuhan penting untuk menunjang proses pembelajaran siswa.
Editor: Wahab Firmansyah