Kemendikdasmen Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Renovasi 1.487 Sekolah di NTT
SDN Mboeng sebelumnya menjadi perhatian publik di media sosial karena kondisi fisik sekolah yang dinilai masih memprihatinkan. Di sisi lain, sekolah tersebut juga mendapatkan perangkat digital untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Pemberian perangkat tersebut sempat dipersoalkan setelah muncul informasi bahwa sekolah belum memiliki sumber listrik yang memadai. Salim menjelaskan, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik. Berdasarkan data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang pembelajaran.
“Digitalisasi di sekolah berjalan, perbaikan fisik sekolah juga dilakukan,” ungkap Salim. Menurut Salim, program digitalisasi dan revitalisasi sarana-prasarana sekolah dapat berjalan secara bersamaan. Untuk SDN Mboeng, perbaikan ruang kelas diharapkan tetap dilakukan bersamaan dengan pemanfaatan perangkat pembelajaran digital.
Kemendikdasmen menyatakan program revitalisasi sekolah pada 2026 menyasar satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Program tersebut juga mencakup sekolah di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan.
Selain memperbaiki bangunan sekolah, revitalisasi diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan. Perbaikan tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan ruang kelas yang rusak berat maupun penggunaan ruang belajar darurat.
Penataan fasilitas pendidikan juga dilakukan bersamaan dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Dengan demikian, peningkatan kualitas sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi.
Editor: Wahab Firmansyah