Jangan Lewatkan! Ini Keistimewaan 10 Hari Awal Ramadan
BEKASI, iNewsBekasi.id – Keutamaan 10 hari pertama Bulan Ramadhan memiliki nilai yang sangat besar dan patut dimaksimalkan oleh umat Islam dengan memperbanyak ibadah. Pada fase awal Ramadan ini, umat Muslim dianjurkan meningkatkan amalan seperti tadarus Al Quran, sholat malam, bersedekah, i’tikaf, hingga memberi makan orang berbuka puasa.
Dalam sejumlah riwayat hadits disebutkan bahwa Ramadan terbagi dalam tiga fase, yakni 10 hari pertama penuh rahmat, 10 hari kedua penuh ampunan, dan 10 hari terakhir pembebasan dari api neraka.
أبي هريرة : أول شهر رمضان رحمة، وأوسطه مغفرة، وآخره عتق من النار. رواه ابن أبي الدنيا والخطيب وابن عساكر.
Dari Abu Hurariah, Ramadhan itu adalah bulan yang awalnya penuh dengan rahmat. Di pertengahannya penuh dengan ampunan. Dan, di ujungnya pembebasan dari api neraka.” (HR Ibnu Abi Dunya dan Ibnu 'Asakir)
Hadits Kedua
فقد روي من حديث سلمان: وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار. رواه ابن خزيمة في صحيحه 1887 وقال: إن صح. والبيهقي في شعب الإيمان:
Artinya: Telah diriwayatkan dari Salman bahwa Ramadhan adalah bulan yang awalnya penuh rahmat, di pertengahannya penuh ampunan dan fase terakhirnya pembebasan dari api neraka. (HR Al Baihaqi dalam Syu'bul Iman).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-‘Uqaili dalam kitab Adh-Dhu’afa’, Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdad, Ibnu Adiy, Ad-Dailami, serta Ibnu Asakir.
Mengutip laman pustaka ilmu sunni salafiyah-KTB, menurut Imam Suyuthi status hadits pembagian Ramadan menjadi tiga fase tersebut dinilai dhaif. Sanadnya melalui Sallam bin Sawar dari Maslamah bin Shalt dari Az Zuhri dari Abu Hurairah dari Nabi.
Pendapat Ibnu Hibban dalam kitab Al Majruhin menyebutkan bahwa hadits yang diriwayatkan dari dua perawi tersebut tidak bisa dijadikan pegangan hukum kecuali ada jalur riwayat lain.
Meski demikian, hadits dhaif masih diperbolehkan sebagai motivasi amaliyah (fadhail a’mal) di Bulan Ramadhan dan tidak berkaitan dengan penetapan hukum.
Editor : Wahab Firmansyah