BPJS Kesehatan Cikarang Ganjar 40 Faskes Digital, Layanan JKN Ditarget Tanpa Antrean
CIKARANG, iNewsBekasi.id - BPJS Kesehatan Cabang Cikarang memberikan Penghargaan Transformasi Digital kepada 40 fasilitas kesehatan, terdiri dari 7 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 33 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Penghargaan ini sebagai bagian dari upaya mempercepat modernisasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan simbolis diserahkan kepada Klinik Sapta Mitra Cikarang, Puskesmas Sri Amur, RS dr. Abdul Radjak Cibitung, RS DKH Sukatani, RS Sentra Medika, dan Klinik Utama Adistia sebagai perwakilan penerima.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang Erwin Fadilah mengatakan transformasi digital di fasilitas kesehatan menjadi kunci untuk memastikan layanan JKN berjalan cepat, transparan, dan setara bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Melalui antrean online, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga biometrik, kami ingin memastikan peserta mendapat kepastian layanan tanpa waktu tunggu panjang serta pembiayaan yang akuntabel,” kata Erwin kepada iNews Bekasi, Rabu (25/2/2026).
Menurut Erwin, kemitraan antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dibangun secara setara, bukan subordinatif. BPJS memastikan kepesertaan dan pembayaran berjalan lancar, sementara rumah sakit dan puskesmas bertanggung jawab menjaga mutu pelayanan.
“Ini representasi hadirnya negara dalam sistem jaminan kesehatan,” tegasnya.
Penghargaan diberikan kepada fasilitas kesehatan yang konsisten mengimplementasikan inovasi digital secara bertahap dari bintang satu hingga bintang tujuh. Saat ini, pemanfaatan layanan digital telah melampaui 50 persen, menandakan transformasi mulai dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sri Amur, Kecamatan Tambun Utara, Wiraatmaja, menilai apresiasi ini menjadi dorongan bagi FKTP untuk terus meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi penyemangat bagi tenaga kesehatan untuk memberi pelayanan yang lebih cepat dan tepat,” katanya.
Ia menyebut implementasi antrean online dan integrasi sistem digital membantu pengaturan alur pasien menjadi lebih efisien, sekaligus mengurangi kepadatan ruang tunggu.
“Dengan sistem yang terintegrasi, kami bisa fokus pada mutu pemeriksaan dan keselamatan pasien, sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.
Editor : Abdullah M Surjaya