get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah serta Buka Puasa Bekasi dan Cikarang Hari Ini 28 Februari 2026

Rahasia 10 Hari Kedua Ramadan: Amalan Pelipatganda Pahala dan Dosa Penghapus Puasa

Minggu, 01 Maret 2026 | 16:05 WIB
header img
Memasuki 10 hari kedua Ramadan yang dikenal sebagai fase ampunan (maghfirah). foto/Istimewa

BEKASI, iNewsbekasi.id- Tak terasa umat Islam akan memasuki 10 hari kedua bulan suci Ramadan, fase pertengahan yang dikenal sebagai waktu penuh ampunan (maghfirah). Momentum ini menjadi saat tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus melakukan evaluasi diri atas amalan di 10 hari pertama.

Imam Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman dan Ibnu Khuzaimah menerangkan:

"Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan (maghfirah), sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka."

Sebagian ulama menilai hadis tersebut dhaif (lemah), namun diperbolehkan untuk fadhoil ‘amal (keutamaan beramal). Yang pasti, seluruh hari di bulan Ramadan adalah keberkahan dan peluang meraih ampunan Allah SWT.

Karena itu, memasuki fase 10 hari kedua Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi perbuatan yang dapat merusak pahala puasa.

Muhasabah di 10 Hari Kedua Ramadan

Momentum ini menjadi waktu terbaik untuk melakukan evaluasi diri. Apakah puasa yang dijalani benar-benar bernilai di sisi Allah SWT?

Dalam Ihya' Ulumuddin Juz I Hal 235, Imam Al-Ghazali menjelaskan tentang orang-orang yang merugi saat berpuasa:

"Banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Ada yang mengatakan ia adalah orang yang berbuka dengan sesuatu yang haram. Ada yang mengatakan, ia adalah orang yang menahan diri dari makanan yang halal dan berbuka dengan (memakan) daging orang lain sebab gibah (menggunjing) dan gibah itu adalah haram. Dan ada yang mengatakan, ia adalah orang yang tidak menjaga anggota badannya dari macam-macam dosa."

Peringatan ini menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, dan perilaku.

Rasulullah SAW bersabda:

"Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja." (HR Ath-Thabrani)

5 Perkara yang Menghapus Pahala Puasa

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu: berbohong (dusta), menggunjing (ghibah), mengadu orang (namimah), bersumpah palsu dan memandang lawan jenis dengan syahwat".

Berikut lima perkara yang harus dijauhi di 10 hari kedua Ramadan:

Berbohong (dusta)

Ghibah (menggunjing)

Namimah (mengadu domba)

Bersumpah palsu

Melihat lawan jenis dengan syahwat

Kelima hal ini sering dianggap remeh, padahal dapat merontokkan pahala puasa yang telah dijalani seharian penuh.

Amalan Utama di 10 Hari Kedua Ramadan

Agar fase maghfirah ini benar-benar bermakna, berikut amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak:

1. Memperbanyak Sedekah

Memberi makan orang yang berbuka puasa memiliki pahala besar. Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang memberi buka puasa akan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.

Seorang sahabat pernah berkata:

"Wahai Rasulullah! Tidak semua di antara kami memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang sedang berpuasa untuk berbuka."

Nabi SAW menjawab:

"Allah akan mengaruniakan pahala dan ganjaran ini kepada seseorang yang memberi buka puasa walau hanya dengan sebiji kurma atau seteguk air atau seisap susu."

Rasulullah SAW juga bersabda:

"Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan." (HR At-Tirmidzi)

Dan dalam hadis lain disebutkan:

"Sedekah menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam." (HR At-Tirmidzi)

Karena itu, pada fase pertengahan Ramadan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah, menyantuni fakir miskin, serta membantu anak yatim.

2. Menghidupkan Salat Sunnah dan Qiyam Ramadan

Di 10 hari kedua Ramadan, umat Islam dianjurkan lebih bersemangat mengerjakan salat sunnah, termasuk Tarawih dan Qiyam Ramadan.

Diriwayatkan bahwa amalan sunnah di bulan Ramadan diganjar seperti pahala amalan wajib. Sedangkan amalan wajib dilipatgandakan pahalanya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu dikerjakan, meskipun sedikit." (HR Muslim)

Konsistensi dalam ibadah menjadi kunci meraih maghfirah di fase pertengahan Ramadan.

3. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadan saat Malaikat Jibril datang untuk mudarasah Al-Qur’an bersama beliau.

Rasulullah SAW bahkan lebih dermawan daripada angin yang berhembus.

Dalam Kitab Nihayah Al Zain Hal 194 dijelaskan bahwa mudarasah atau tadarus Al-Qur’an tetap sunnah meskipun bacaan tidak sama persis.

Maka, memperbanyak tilawah Al-Qur’an di 10 hari kedua Ramadan menjadi amalan penting untuk meraih keberkahan dan ampunan.

Fase 10 hari kedua Ramadan adalah momentum ampunan yang tidak boleh disia-siakan. Selain memperbanyak ibadah seperti sedekah, salat sunnah, dan tilawah Al-Qur’an, umat Islam juga harus menjaga diri dari perbuatan yang dapat menghapus pahala puasa.

Semoga di fase maghfirah ini, setiap Muslim mampu meningkatkan kualitas ibadah dan meraih ampunan Allah SWT.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut