Satgas Rehab-Rekon Gaspol! Ratusan Warga Aceh Dikerahkan Bersihkan Lingkungan via Cash for Work
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Usai Hari Raya Idul Fitri 1447 H, upaya pemulihan wilayah di Aceh terus dipacu tanpa jeda. Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) mengintensifkan kegiatan di lapangan melalui program pembersihan lingkungan berbasis Padat Karya Tunai atau Cash for Work.
Pada tahap awal akhir Maret 2026, program ini difokuskan di dua daerah terdampak, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ratusan personel gabungan bersama masyarakat setempat dilibatkan guna mempercepat proses pemulihan lingkungan.
Di Kabupaten Pidie Jaya, sebanyak 375 orang diterjunkan dalam tahap pertama. Mereka terdiri dari personel Satpol PP, Linmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta warga sekitar. Kegiatan pembersihan berlangsung di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, dan Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, mulai 28 Maret hingga 4 April 2026.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 400 warga telah lebih dulu menjalankan program serupa sejak 27 Maret hingga 2 April 2026. Selain berfokus pada kebersihan lingkungan, program ini juga dirancang untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat secara langsung.
Kepala Posko Wilayah Aceh yang juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa skema Cash for Work memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi rumah tangga masyarakat. Melalui Cash for Work, warga terlibat langsung dalam pemulihan wilayahnya sekaligus mendapatkan penghasilan instan untuk membantu kebutuhan mereka pasca lebaran," ujar Safrizal ZA, yang juga pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Aceh.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi serta ketepatan dalam penyaluran hak pekerja. Setiap peserta program akan menerima upah harian berupa uang lelah sebesar Rp120.000 dan uang makan Rp45.000.
“Prinsip kita adalah transparansi dan efektivitas. Dana ini disalurkan langsung secara tunai kepada masing-masing pekerja di lapangan. Kita ingin semangat gotong-royong ini tetap terjaga, namun hak ekonomi masyarakat tetap menjadi prioritas utama untuk segera dicairkan," pungkasnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memastikan wilayah terdampak di Aceh pulih secara optimal dengan prinsip build back better.
Editor : Wahab Firmansyah