RS Polri Ungkap Kondisi 10 Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Rumah Sakit (RS) Polri mengungkap kondisi 10 jenazah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para korban mengalami luka berat di hampir seluruh bagian tubuh akibat benturan keras.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama menyebut, pola luka yang ditemukan merupakan tipe trauma berat yang umum terjadi pada kecelakaan besar.
"Jadi dalam pemeriksaan kami, seperti juga kecelakaan-kecelakaan lain, tipikalnya adalah yang kami sebut sebagai multiple trauma. Jadi, ada perlukaan hampir di seluruh tubuh, ada yang dominan di kepala, di dada, dan seterusnya, bahkan di anggota tubuh yang lain," ujar Nyoman di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Meski demikian, pihaknya belum merinci secara detail luka spesifik yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting mengungkapkan total korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi mencapai 15 orang.
Sebanyak 10 jenazah dievakuasi ke RS Polri untuk proses identifikasi, sementara lima jenazah lainnya telah lebih dulu diserahkan kepada pihak keluarga.
"Korban meninggal dunia memang total 15, kemarin ketika evakuasi ada yang dibawa ke RSUD Kota Bekasi 3 orang, RS Bella 1 orang, dan RS Mitra Bekasi Timur 1 orang. Jenazah di ketiga RS tersebut sudah diserahkan ke keluarga," tuturnya.
Kronologi Singkat Kecelakaan
Insiden kecelakaan bermula saat sebuah taksi Green SM berhenti di tengah pelintasan sebidang Jalur Pelintasan Langsung (JPL) 85 di kawasan Bulakkapal, Bekasi.
Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang kemudian menabrak kendaraan tersebut. Setelah kejadian, petugas berupaya menghentikan rangkaian KRL lain dengan kode Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5568 tujuan Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti dan akhirnya menabrak rangkaian KRL yang berada di lokasi kejadian.
Editor : Wahab Firmansyah