LPCK Dukung Program 3 Juta Rumah, Direksi dan Komisaris Baru Resmi Ditetapkan
CIKARANG, iNewsBekasi.id - PT Lippo Cikarang (LPCK) melakukan perubahan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.
Pergantian susunan manajemen dilakukan di tengah upaya perseroan memperkuat momentum pertumbuhan bisnis properti, khususnya di kawasan koridor timur Jakarta yang terus berkembang.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan perusahaan untuk tahun buku 2025. LPCK mencatat pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dengan EBITDA mencapai Rp381,3 miliar.
Kinerja itu ditopang oleh penjualan dan serah terima rumah tapak, apartemen, ruko, hingga lahan industri. Kontribusi juga datang dari segmen pengelolaan kawasan non-properti yang masih menjadi penopang bisnis perseroan.
Susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi resmi berlaku sejak penutupan RUPST 2026. Posisi Presiden Komisaris Independen kini dijabat Didik Junaedi Rachbini. Sementara jajaran komisaris lainnya diisi Hadi Cahyadi, Charles Rigoux, dan George Raymond Zage III.
Adapun posisi Presiden Direktur dipercayakan kepada Agus Arismunandar bersama Marshal Martinus Tissadharma dan Indryanarum sebagai direktur.
Manajemen LPCK menilai kehadiran susunan baru ini diharapkan mampu memperkuat strategi bisnis perusahaan, terutama dalam menangkap peluang pertumbuhan sektor properti dan kawasan industri di Cikarang dan Bekasi.
Selain agenda pergantian pengurus, RUPST juga menyetujui partisipasi perusahaan dalam program pembangunan 3 juta rumah melalui hibah lahan kepada pemerintah.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus membantu mengurangi backlog perumahan nasional.
Kawasan Cikarang–Bekasi, termasuk area Meikarta di exit Tol Cibatu KM 34, dipilih karena dinilai memiliki kebutuhan hunian tinggi seiring perkembangan kawasan industri dan konektivitas infrastruktur yang terus bertumbuh.
Perseroan menyebut hibah lahan itu tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai kawasan melalui pertumbuhan ekonomi dan permintaan properti di sekitarnya.
Editor : Abdullah M Surjaya