get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadwal Imsakiyah serta Buka Puasa Bekasi dan Cikarang Hari Ini Selasa 17 Maret 2026

Setelah Jakarta, Bekasi Keluarkan Alarm Waspada Hantavirus dari Tikus

Selasa, 19 Mei 2026 | 12:10 WIB
header img
Ilustrasi Virus Hantavirus. (Foto: X)

BEKASI, iNewsBekasi.id - Kasus Hantavirus mulai menjadi perhatian serius di wilayah Jabodetabek setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengonfirmasi tiga warga positif terinfeksi virus tersebut. Selain itu, enam pasien lainnya masih dalam pemantauan karena diduga terpapar virus yang ditularkan melalui tikus.

Menyusul meningkatnya temuan kasus, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi mengeluarkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas layanan kesehatan. Rumah sakit, puskesmas, hingga klinik diminta meningkatkan pengawasan serta deteksi dini terhadap potensi penyebaran Hantavirus.

Surat edaran bernomor 400.7.7.1/5943/Dinkes/2026 yang diterbitkan pada 11 Mei 2026 menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap virus Hanta di wilayah Kabupaten Bekasi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supria Dinata, mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya kasus virus Hanta di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. Ia menjelaskan, Hantavirus berasal dari Orthohantavirus dengan reservoir utama tikus dan celurut.

“Di wilayah Kami (Bekasi) belum ada Puskesmas dan rumah sakit yang melaporkan kasus Hantavirus. Namun kami tetap mewaspadai dengan mengantisipasinya merujuk warga DKI ada yang terpapar,” kata Supria, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, infeksi virus Hanta dapat memicu dua kondisi serius, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Bahkan, tingkat kematian akibat HPS disebut dapat mencapai 60 persen.

Berdasarkan data surveilans tahun 2025, tercatat ada 10 kasus konfirmasi virus Hanta di Indonesia yang tersebar di lima provinsi, termasuk Jawa Barat. Di Jawa Barat sendiri, dua kasus ditemukan di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Ciamis.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi meminta seluruh fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien dengan gejala yang menyerupai leptospirosis, demam berdarah, tifoid, maupun gangguan pernapasan akut. Pemeriksaan laboratorium juga diminta diperkuat guna memastikan kemungkinan infeksi virus Hanta.

Masyarakat pun diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus ataupun kotorannya. Warga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, batuk, sesak napas, hingga penyakit kuning.

Dalam materi sosialisasi yang dibagikan Dinkes Kabupaten Bekasi, penularan virus Hanta dapat terjadi saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Virus juga bisa masuk melalui luka terbuka maupun gigitan tikus.

Sebagai langkah pencegahan, warga diminta rutin membersihkan rumah, menutup celah masuk tikus, menyimpan makanan di wadah tertutup, serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor maupun tertutup.
 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut