Dari Klub Kecil ke Liga Champions, Como Bikin Dunia Sepak Bola Terkejut
COMO, iNewsBekasi.id – Pelatih Cesc Fabregas tak mampu menyembunyikan emosinya setelah Como 1907 memastikan tiket ke UEFA Champions League musim 2026-2027. Tangisan pelatih asal Spanyol itu pecah usai Como mencatat sejarah besar dalam perjalanan klub.
Como sukses mengamankan posisi empat besar klasemen akhir Liga Italia 2025-2026 setelah menghancurkan US Cremonese dengan skor telak 4-1 pada laga pekan terakhir. Hasil tersebut semakin sempurna setelah AC Milan tumbang 1-2 dari Cagliari Calcio sehingga Como berhasil merebut tiket Liga Champions.
Keberhasilan ini terasa spesial karena Como baru promosi dari Serie B dua musim lalu. Kini, klub kecil asal Italia tersebut akan tampil di kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Fabregas mengaku sudah memiliki firasat Como bisa lolos ke Liga Champions sejak sebelum pertandingan penting melawan Parma Calcio 1913 beberapa pekan lalu.
“Dalam hidup saya, bahkan saat melakukan pergantian pemain, saya selalu punya perasaan terhadap sesuatu. Sehari sebelum melawan Parma, saya merasa dengan dua kemenangan kami akan berada di Liga Champions,” ujar Fabregas kepada DAZN Italia.
Mantan gelandang FC Barcelona dan Arsenal F.C. itu juga mengungkapkan cara unik memotivasi pemainnya jelang laga krusial.
“Saya menunjukkan video pembalap sepeda yang berada di posisi keenam, lalu dia mengayuh lebih cepat di sprint terakhir dan memenangkan balapan. Itulah yang kami lakukan musim ini,” tuturnya.
Fabregas kemudian mengenang masa awal dirinya datang ke Como saat klub masih berjuang di Serie B. Dia menyebut fasilitas klub saat itu jauh dari kata memadai.
“Saat saya datang empat tahun lalu sebagai pemain, kami bahkan tidak punya tempat latihan. Kami melakukan pijat pemain di meja belakang sebuah bar. Sekarang kami berada di Liga Champions,” katanya.
Pelatih berusia 39 tahun itu menilai keberhasilan Como semakin luar biasa karena skuadnya dipenuhi pemain muda potensial. Dia menyebut ada 15 pemain yang masih berusia di bawah 23 tahun.
“Ini pencapaian luar biasa karena cara kami melakukannya. Tim ini dipenuhi anak-anak muda. Mereka selalu ingin berkembang dan menaikkan level di waktu yang tepat,” ungkap Fabregas.
Fabregas juga merasa pengalaman membangun Como membuat dirinya berkembang pesat sebagai pelatih.
“Saya berkembang sangat banyak dari pengalaman ini. Rasanya seperti pergi ke universitas sepak bola setiap hari karena saya harus mengambil begitu banyak keputusan,” ucapnya.
Meski mulai dikaitkan dengan sejumlah klub besar Eropa, Fabregas memastikan dirinya masih nyaman bersama Como dan belum berpikir meninggalkan proyek yang sedang dibangun klub tersebut.
Editor : Wahab Firmansyah