Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tawuran Pecah Pagi Hari di Klender Bikin Macet Parah Jalan I Gusti Ngurah Rai
Advertisement . Scroll to see content

Tawuran Makin Brutal, Sahroni Soroti Warga Tak Bersalah Kini Jadi Sasaran Kekerasan Jalanan!

Senin, 08 Juni 2026 | 19:26 WIB
  • author Wahab Firmansyah
Tawuran Makin Brutal, Sahroni Soroti Warga Tak Bersalah Kini Jadi Sasaran Kekerasan Jalanan!
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Aksi tawuran dan kekerasan jalanan kembali menjadi sorotan setelah beredar video CCTV yang memperlihatkan dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) dan penganiayaan terhadap dua remaja di Dusun Cirejag, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu itu viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

Polres Karawang telah mengidentifikasi dua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut, yakni berinisial AG dan SP. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kedua pelaku diduga salah mengenali identitas korban dan mengira mereka merupakan anggota kelompok lawan yang tengah dicari.

Menanggapi kasus tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta aparat kepolisian bergerak cepat untuk menangkap seluruh pelaku dan memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya minta Polres Karawang segera tangkap para pelaku dan jebloskan ke penjara. Apa pun alasan dan alibinya, tindak kekerasan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Korban cuma sedang nongkrong di warung, tidak mengganggu siapa pun, tapi malah dianiaya dan dirampas motornya. Fenomena ini bukan lagi kenakalan remaja, melainkan sudah menjadi tindak kriminal yang mengancam keamanan masyarakat,” ujar Sahroni dalam keterangannya pada Senin (8/6/2026).

Menurut Sahroni, maraknya tawuran yang berujung pada tindak kriminal menunjukkan perlunya langkah tegas dari aparat penegak hukum. Ia menilai tindakan kekerasan jalanan tidak boleh dianggap sebagai hal yang lumrah karena dapat mengancam keselamatan masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik apa pun.

“Jangan sampai ada kesan bahwa aksi tawuran, begal, dan kekerasan jalanan ini hal biasa. Masyarakat berhak merasa aman saat beraktivitas, baik saat bekerja malam, pergi ke pasar, beribadah subuh, maupun sekadar berkumpul dengan teman. Karena itu pelaku harus ditindak tegas agar menjadi peringatan bagi kelompok-kelompok lain yang masih menganggap kekerasan jalanan sebagai suatu hal yang wajar,” tegas Sahroni.

Kasus tawuran salah sasaran di Karawang ini kembali menyoroti meningkatnya aksi kekerasan jalanan yang tidak hanya melibatkan kelompok tertentu, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban dari masyarakat umum yang tidak memiliki kaitan dengan konflik tersebut.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut