Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pendaftar Sekolah Kedinasan 2026 Tembus 22.728 Orang, IPDN Paling Diminati
Advertisement . Scroll to see content

Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Hanya untuk Bangsa Negara dan Konstitusi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:35 WIB
  • author Krina Sembiring
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Hanya untuk Bangsa Negara dan Konstitusi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya profesionalisme, netralitas, dan integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa yang semakin kompleks.

Pesan tersebut disampaikan AHY saat memberikan kuliah umum Studium Generale bertajuk "Menyiapkan ASN Unggul untuk Menjawab Tantangan Pembangunan Bangsa" di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kamis (18/6/2026).

Dalam paparannya, AHY mengingatkan para Praja IPDN bahwa Indonesia membutuhkan birokrasi yang kuat, profesional, dan mampu menjaga kepercayaan publik di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, integritas harus dibangun sejak masa pendidikan dan menjadi fondasi utama sepanjang perjalanan pengabdian sebagai aparatur negara. “Jaga netralitas, profesionalitas, dan integritas,” ujar AHY.

AHY menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik serta memastikan roda pemerintahan berjalan secara efektif dan profesional.

Karena itu, setiap aparatur negara harus menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan individu, kelompok, maupun kepentingan politik tertentu.

“Sebagai ASN, kesetiaan kita bukan kepada individu. Bukan kepada kelompok. Bukan kepada partai. Tetapi kepada bangsa, negara, dan konstitusi.”

Menurut AHY, prinsip tersebut merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Ia menjelaskan, pergantian kepemimpinan merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun demikian, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan tanpa terpengaruh dinamika politik yang terjadi.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut