Sekolah Garuda Resmi Dibuka, Jalan Baru Anak Berprestasi Kurang Mampu Menuju Kampus Top Dunia
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Pemerintah resmi memperkuat transformasi pendidikan nasional melalui Program Sekolah Garuda, sekolah unggul berasrama yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari seluruh Indonesia, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Sekolah Garuda diproyeksikan menjadi wadah lahirnya talenta unggul di bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) yang mampu bersaing di tingkat global serta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan Sekolah Garuda lahir dari keyakinan bahwa potensi terbaik bangsa tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Namun, kesempatan memperoleh pendidikan unggulan selama ini belum dinikmati secara merata.
"Presiden melihat bahwa talenta ada di mana-mana, tetapi kesempatan tidak ada di mana-mana. Tugas pemerintah adalah menciptakan kesempatan tersebut," kata Stella dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema SMA Kelas Dunia untuk Indonesia Emas 2045, dikutip pada Rabu (7/7/2026).
Menurut Stella, Indonesia sebenarnya telah memiliki sejumlah sekolah unggulan yang mampu mencetak lulusan berkualitas. Namun, akses terhadap sekolah-sekolah tersebut masih terbatas bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Karena itu, pemerintah menghadirkan Sekolah Garuda agar latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi hambatan bagi siswa berprestasi dalam memperoleh pendidikan terbaik.
"Yang dituju adalah mereka yang paling pintar dan paling berprestasi, apa pun latar belakangnya," ujar Stella.
Program Sekolah Garuda dikembangkan melalui dua skema utama. Pertama adalah Sekolah Garuda Baru, yakni pembangunan sekolah unggulan dari awal di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan berkualitas, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Stella menjelaskan, empat Sekolah Garuda Baru yang berada di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara) dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Juli 2026.
Skema kedua adalah Sekolah Garuda Transformasi, yaitu penguatan SMA dan MA unggulan yang telah ada melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan siswa, serta penguatan tata kelola sekolah agar mampu memenuhi standar pendidikan kelas dunia.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional tanpa harus selalu membangun sekolah baru.
"Kami tidak mengganti gedung dan tidak mengganti guru. Yang kami perbaiki adalah sistemnya agar sekolah yang sudah bagus bisa menjadi lebih optimal," jelas Stella.
Pemerintah juga menempatkan kualitas tenaga pendidik sebagai fondasi utama keberhasilan Program Sekolah Garuda. Seleksi kepala sekolah dan guru dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.
Selain memberikan tunjangan khusus, pemerintah juga menyiapkan rumah dinas yang layak guna menarik tenaga pendidik terbaik bersedia mengajar di berbagai daerah lokasi Sekolah Garuda.
"Sebagus apa pun gedungnya, sekolah tidak akan berhasil tanpa guru yang berkualitas," tegas Stella.
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menilai pembangunan Sekolah Garuda Baru di wilayahnya tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia menyebut pembangunan sekolah melibatkan sekitar 1.500 tenaga kerja, termasuk pekerja lokal, dan optimistis seluruh fasilitas dapat selesai sesuai target.
"Dengan tenaga kerja yang ada, saya yakin dalam beberapa minggu ke depan pembangunan bisa selesai," ujarnya.
Irham berharap kehadiran Sekolah Garuda mampu menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan di Konawe Selatan yang selama ini masih tertinggal dibandingkan sejumlah daerah lain.
Menurutnya, pemerintah daerah akan mulai memperkuat pembinaan siswa sejak jenjang SD hingga SMP agar lebih banyak siswa mampu bersaing masuk sekolah unggulan.
"Tidak bisa dipungkiri bahwa kualitas pendidikan kita masih tertinggal. Dengan adanya Sekolah Garuda, saya justru terinspirasi untuk menyiapkan sekolah-sekolah unggulan sejak tingkat SD hingga SMP," katanya.
Kepala SMA Unggul Garuda Bulungan, Kalimantan Utara, Adhi Sulandani Pangreksa, mengatakan Sekolah Garuda tetap menggunakan kurikulum nasional yang diperkaya dengan berbagai program pengembangan akademik, kepemimpinan, dan karakter.
Melalui pendekatan tersebut, lulusan Sekolah Garuda diharapkan tidak hanya diterima di universitas terbaik dunia, tetapi juga kembali membangun Indonesia dengan kompetensi yang dimiliki.
"Kami akan terus berinovasi agar bisa mengantarkan siswa-siswa terbaik Indonesia ke universitas-universitas top dunia. Ini adalah cita-cita besar yang sedang diwujudkan," katanya.
Pemerintah menegaskan bahwa Sekolah Garuda berbeda dengan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat merupakan program yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan untuk memperoleh akses pendidikan. Sementara itu, Sekolah Garuda berfokus pada pembinaan siswa berprestasi agar memiliki daya saing global di bidang sains dan teknologi serta mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia.
Dengan konsep tersebut, Sekolah Garuda diharapkan menjadi instrumen pemerataan pendidikan berkualitas sekaligus melahirkan generasi unggul yang siap membawa Indonesia bersaing di tingkat internasional.
Editor : Wahab Firmansyah