Jazz Goes To Campus The City Series Vol.2 Hadirkan 2 Band Legendaris, Padukan Nuansa Betawi
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Jazz Goes To Campus (JGTC) “The City Series” Vol.2 yang akan dihelat di Taman Ismail Marzuki pada Jumat, 31 Juli 2026, menjadi sangat spesial. Bukan saja, menghadirkan Kolaborasi dua band jazz legendaris Indonesia, yakni Karimata dan Krakatau, tapi juga sebagai puncak perayaan menuju dua tonggak sejarah penting, yakni 50 tahun Jazz Goes To Campus dan 500 tahun Kota Jakarta.
Hadirnya dua ikon jazz fusion Indonesia, Karimata dan Krakatau, membuat konser ini menjadi ruang pertemuan antara sejarah, budaya dan inovasi musik jazz Indonesia.
Konser ini bukan sekadar mempertemukan dua nama besar dalam satu panggung tapi suguhan pengalaman musikal yang merangkum perjalanan panjang jazz Indonesia, dipadukan dengan nuansa khas Betawi sebagai bentuk penghormatan terhadap Jakarta yang memasuki usia lima abad.
Penggagas JGTC Candra Darusman mengatakan Jazz Goes to Campus The City Series Vol.2 akan lebih menarik karena menghadirkan dua band legendaris dalam satu panggung.
"Kita juga akan mengkolarobarasikan dengan nuansa khas Betawi sebagai rangkaian dari perjalanan menuju 500 tahun. Nanti seperti apa perpaduan musik dan budaya Betawi? Kita tunggu tanggal mainnya. Jadi nanti harus nonton," kata Candra.
Dijelaskan lebih lanjut, Karimata dan Krakatau akan menampilkan repertoar terbaik mereka, dilengkapi dengan berbagai momen spesial seperti battle performance, kolaborasi lintas personel, hingga tukar lagu, yang menjadi sajian eksklusif hanya di panggung JGTC “The City Series” Vol. 2.
Selain Karimata dan Krakatau, konser ini juga akan dimeriahkan oleh Ricky Basuki, Lydia Nursaid, Harvey Malaihollo, serta dipandu Indra Bekti dan Shinta Juju, menghadirkan suasana hangat penuh nostalgia sepanjang pertunjukan.
JGTC akan diselenggarakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, di mana konser ini diharapkan menjadi salah satu perayaan musik paling berkesan menjelang 2027. Tidak hanya menjadi ajang nostalgia bagi para pencinta jazz, acara ini juga menjadi bukti bahwa jazz Indonesia terus berkembang, mampu berdialog dengan budaya lokal, serta tetap relevan bagi generasi baru.
Harvey Malaihollo mengatakan JGTC menjadi panggung yang menyatukan musisi, antara junior dan senior. "Tapi, saya melihat di musik itu tidak ada junior senior, tidak ada batasan. Namun, saya melihat sekarang ini musisi muda menggandeng musisi yang terbilang legendaris dan ini memberi edukasi dan membuat musik lebih maju," tutur dia.
Melalui Jazz Goes To Campus – The City Series Vol. 2, JGTC kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu penggerak ekosistem jazz Indonesia.
Sejalan dengan tema besar yang diusung tahun ini, JGTC mengajak masyarakat untuk merayakan perjalanan sebuah kota dan sebuah festival yang telah tumbuh bersama selama puluhan tahun—karena jazz tidak hanya meluas, tetapi bergerak bersama kota.
Sebelumnya, Jazz Goes To Campus – The City Series edisi perdana sukses dihelar pada Sabtu, 25 April 2026, di mana menghadirkan Aransemen karya musisi ternama Indonesia, seperti Erwin Gutawa, Tophati Adra Karim dan Ari Renaldi dengan mengusung konsep Big Band dari Bandung Jazz Orchestra.
Editor: Tedy Ahmad