get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa M 2,7 Guncang Bekasi Pagi Ini, Getarannya Terasa di Cikarang hingga Karawang

Viral Gempa M7,1 Kumamoto Disebut Rekayasa Manusia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:23 WIB
header img
Gempa M7,1 di Kumamoto, Jepang, disebut-sebut sebagai gempa buatan manusia. (Foto: Kyodo via AP).

TOKYO, iNewsBekasi.idGempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 yang mengguncang Kumamoto, Jepang, pada 28 Juli 2026 memicu beragam spekulasi di media sosial. Salah satu narasi yang viral menyebut gempa tersebut merupakan hasil rekayasa atau buatan manusia, bukan fenomena alam.

Klaim itu ramai diperbincangkan di berbagai platform digital. Namun, para ahli seismologi di Jepang menegaskan bahwa teori tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan mustahil dilakukan dengan teknologi yang tersedia saat ini.

Komunitas Seismologi Jepang menjelaskan, gempa M7,1 terjadi pada kedalaman sekitar 10 hingga 16 kilometer di bawah permukaan bumi. Untuk menciptakan gempa pada kedalaman tersebut, manusia harus melakukan pengeboran hingga belasan kilometer sekaligus menghasilkan energi yang sangat besar.

Menurut para ahli, kemampuan tersebut belum dimiliki teknologi modern.

Selain persoalan pengeboran, diperlukan pelepasan energi yang setara dengan gempa bermagnitudo 7,1. Dari sisi teknologi, biaya, maupun aspek praktis, skenario tersebut dinilai tidak realistis.

Bahkan, meski ledakan nuklir diketahui dapat menghasilkan getaran seismik, Komunitas Seismologi Jepang menegaskan belum pernah ada teknologi yang mampu melakukan ledakan nuklir pada dasar lubang pengeboran sedalam sumber gempa tersebut.

Lubang Terdalam Buatan Manusia Hanya 12,3 Kilometer

Sebagai perbandingan, lubang terdalam yang pernah dibuat manusia adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia dengan kedalaman sekitar 12,3 kilometer. Proyek tersebut memerlukan waktu hampir 20 tahun untuk diselesaikan.

Fakta itu menunjukkan betapa sulitnya mencapai kedalaman yang menjadi sumber gempa bumi besar, apalagi memicu pelepasan energi dalam skala masif.

Spekulasi mengenai gempa buatan manusia muncul setelah seorang pengguna media sosial X mengunggah klaim bahwa gelombang seismik yang terekam berasal dari ledakan, bukan gempa alami.

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 3 juta kali hingga Kamis (6/8/2026). Meski banyak warganet membantah narasi tersebut, klaim serupa terus bermunculan dan telah disebut puluhan ribu kali di media sosial.

Maraknya disinformasi itu bahkan mendorong Komunitas Seismologi Jepang menambahkan halaman Frequently Asked Questions (FAQ) di situs resminya sejak Maret 2026.

Dalam penjelasan resminya, para ahli menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada teknologi yang memungkinkan manusia menciptakan gempa bumi sebesar M7,1 seperti yang terjadi di Kumamoto.

Gempa M7,1 yang mengguncang Kumamoto pada 28 Juli lalu juga memicu peringatan tsunami dan menyebabkan hampir 40 orang meninggal dunia.

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut