get app
inews
Aa Text
Read Next : Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan 5 Pengusaha Kelas Kakap

JAPNAS Jakarta Ubah Strategi, Pengusaha Tak Cuma Dikumpulkan tapi Didorong Tumbuh

Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:36 WIB
header img
Ketua Umum PW JAPNAS Jakarta Ardi Dwinanta Setiadharma saat menyampaikan strategi penguatan bisnis anggota. Foto/IST

JAKARTA, iNews.id - Memperbesar usaha tidak cukup hanya dengan menjaga penjualan. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar yang lebih luas, permodalan, jaringan bisnis, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (PW JAPNAS) Jakarta periode 2026-2031.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PW JAPNAS Jakarta Ardi Dwinanta Setiadharma, organisasi tersebut menempatkan pertumbuhan bisnis anggota sebagai fokus utama lima tahun ke depan.

Ardi mengatakan, JAPNAS Jakarta tidak ingin sekadar menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha. Organisasi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung dalam perkembangan bisnis anggotanya.

“Keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari besarnya manfaat, peluang, dan pertumbuhan yang dirasakan anggotanya,” kata Ardi, Rabu (12/8/2026).

Untuk mewujudkan target tersebut, JAPNAS Jakarta menyiapkan empat pilar utama, yakni pasar, modal, kapasitas, dan organisasi. Pilar pasar diarahkan untuk membantu anggota mendapatkan peluang bisnis baru.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain business matching, pengembangan katalog usaha, serta membuka akses ke sektor pengadaan. Sementara dari sisi permodalan, JAPNAS akan memperkuat koneksi antara pengusaha dengan investor dan lembaga keuangan.

Menurut Ardi, dua persoalan tersebut kerap menjadi tantangan ketika pelaku usaha ingin memperbesar skala bisnis.

“Pasar dan modal menjadi dua hal penting agar pengusaha bisa berkembang. Karena itu, kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan anggota tidak berjalan sendiri,” ujarnya.

JAPNAS Jakarta akan mendorong anggota memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dalam menjalankan bisnis.

Pendampingan melalui mentor juga disiapkan agar pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar. Program tersebut akan mulai diterjemahkan sejak 100 hari pertama kepengurusan baru.

JAPNAS Jakarta menargetkan sejumlah agenda yang dianggap menjadi fondasi pengembangan organisasi dan bisnis anggota.

Di antaranya pemutakhiran data anggota, pelaksanaan rapat kerja, forum temu usaha perdana, serta penjajakan kemitraan dengan lembaga keuangan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Data anggota menjadi salah satu hal yang dinilai penting.

Dengan basis data yang lebih baik, peluang kerja sama antarpengusaha dapat dipetakan dengan lebih jelas. Forum temu usaha juga diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan bisnis dengan peluang kerja sama.

Ketua Umum Pengurus Pusat JAPNAS Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan, penguatan jaringan pengusaha menjadi penting di tengah perubahan ekonomi dan disrupsi bisnis. Organisasi pengusaha harus mampu mengikuti kebutuhan anggotanya yang terus berubah.

“Organisasi harus tetap relevan menghadapi perubahan, membangun kepercayaan, dan menjaga konsistensi dalam memberikan layanan kepada anggotanya,” kata Bayu.

Bayu menilai jaringan bisnis dapat menjadi kekuatan ketika dunia usaha menghadapi perubahan yang cepat.

Tidak hanya soal mempertemukan pengusaha, organisasi juga perlu menciptakan ruang untuk berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, dan membuka peluang baru.

Gagasan tersebut turut dibahas dalam talkshow bertajuk “Tetap Relevan di Tengah Disrupsi: Transformasi, Kepercayaan, dan Kepemimpinan untuk Membangun Bisnis Berkelanjutan.”

Forum tersebut membahas sejumlah tantangan yang dihadapi dunia usaha, mulai dari kebutuhan berinovasi, pemanfaatan teknologi, penguatan jaringan bisnis, hingga budaya organisasi.

Di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi yang cepat, pelaku usaha dituntut tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga membaca peluang baru.

Bagi JAPNAS Jakarta, perubahan tersebut menjadi alasan untuk memperkuat ekosistem pengusaha, bukan sekadar memperbanyak kegiatan organisasi. Ardi membawa visi “Bertumbuh Bersama, Berdampak untuk Jakarta” untuk periode kepengurusan 2026-2031.

Visi tersebut akan diterjemahkan melalui program yang memiliki target dan indikator yang dapat diukur. Dengan pendekatan itu, keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang digelar atau banyaknya anggota yang terhimpun.

Ukuran utamanya adalah apakah anggota memperoleh akses pasar yang lebih luas, mendapatkan peluang pembiayaan, memiliki kapasitas bisnis yang meningkat, dan mampu mengembangkan usahanya.

Editor : Abdullah M Surjaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut