Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Plt Bupati Bekasi Evaluasi Dirum Perumda Tirta Bhagasasi, Karyawan Protes Kebijakan Manajemen
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Bekasi 21-26 Agustus 2026

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:04 WIB
  • author Binti Mufarida
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Bekasi 21-26 Agustus 2026
Ilustrasi, BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi. (Foto: Istimewa).

BEKASI, iNewsBekasi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi pada 21-26 Agustus 2026.

Peringatan tersebut merupakan bagian dari potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Indonesia yang diperkirakan terjadi pada periode 21 Agustus hingga 4 September 2026.

BMKG menjelaskan, potensi banjir rob dipengaruhi fenomena fase Bulan Purnama yang diperkirakan terjadi pada 28 Agustus 2026. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

"Kondisi tersebut dapat memicu banjir pesisir di sejumlah wilayah yang berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut," tulis keterangan BMKG.

BMKG mencatat terdapat enam wilayah pesisir Kabupaten Bekasi yang berpotensi terdampak banjir rob pada 21-26 Agustus 2026. Wilayah tersebut meliputi Muara Gembong, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Pebayuran, dan Cabangbungin.

Potensi banjir rob dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Selain permukiman, sejumlah kegiatan ekonomi juga berpotensi terganggu akibat kenaikan muka air laut.

Dampak tersebut antara lain dapat dirasakan pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan, permukiman pesisir, tambak garam, hingga aktivitas perikanan darat.

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pasang maksimum air laut.

Masyarakat juga diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut yang disampaikan BMKG.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," kata BMKG.

Dengan adanya peringatan tersebut, warga di pesisir Kabupaten Bekasi diharapkan dapat mengantisipasi kemungkinan genangan akibat banjir rob, khususnya pada wilayah yang berada dekat garis pantai dan kawasan tambak.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut