10 Keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang Tidak Dimiliki Manusia Biasa, Nomor 8 Bikin Takjub
JAKARTA, iNewsBekasi.id – Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam secara lahiriah merupakan manusia biasa. Namun, Allah SWT menganugerahkan sejumlah keistimewaan kepada Nabi Muhammad SAW yang tidak dimiliki manusia lainnya.
Berbagai keistimewaan tersebut menjadi bagian dari kemuliaan dan tanda kenabian Rasulullah SAW. Meski memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah SWT, beliau dikenal sebagai sosok yang tawadhu, penuh kasih sayang, serta tidak pernah menyombongkan diri.
Allah SWT bahkan menyebut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam sebagai sosok yang memiliki sifat rauf dan rahim, yakni penuh belas kasih dan penyayang kepada orang-orang beriman.
Karena itu, mencintai Rasulullah SAW merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Kecintaan tersebut dapat diwujudkan dengan mengenal akhlak, kehidupan, sunnah, serta keistimewaan Nabi Muhammad SAW.
Dalam Maroqil Ubudiyah Syarah Bidayatul Hidayah, Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani menyebutkan sejumlah kekhususan yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW disebut tidak pernah mengalami ikhtilam atau mimpi basah sepanjang hidupnya.
Salah satu keistimewaan Rasulullah SAW yang disebutkan dalam kitab tersebut adalah beliau tidak pernah menguap sepanjang hidupnya.
Binatang-binatang disebut tidak pernah menjauh atau melarikan diri ketika berada di dekat Rasulullah SAW.
Keistimewaan lainnya adalah tidak pernah ada lalat yang hinggap di tubuh Rasulullah SAW yang mulia.
Rasulullah SAW disebut memiliki kemampuan melihat ke belakang dengan jelas sebagaimana ketika melihat ke depan. Hal tersebut merupakan salah satu kekhususan yang diberikan Allah SWT kepada beliau.
Dalam kitab tersebut juga disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW buang air kecil, tidak tampak bekasnya.
Meski mata Rasulullah SAW terpejam ketika tidur, hati beliau tidak pernah tertidur. Hal ini menjadi salah satu kekhususan yang disebutkan para ulama dalam pembahasan mengenai sifat-sifat khusus Rasulullah SAW.
Keistimewaan lainnya yang disebutkan adalah tidak terlihat bayangan Rasulullah SAW meskipun berada di bawah terik matahari.
Ketika Rasulullah SAW duduk bersama para sahabat dalam sebuah majelis, kedua pundaknya disebut berada lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang duduk di sekelilingnya.
Syaikh Nawawi Al-Bantani juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dilahirkan dalam keadaan telah berkhitan.
Selain menyebutkan keistimewaan Rasulullah SAW, Syaikh Nawawi Al-Bantani juga mencantumkan bait mengenai keutamaan menghafalnya.
هَذِىْ الخَصَاءِصُ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ اَمِنًامِنْ شَرِّ نَارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِنْ مِحَنٍ
Artinya: "Ini adalah keistimewaan-keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Maka hafalkanlah, niscaya engkau akan selamat dari bahaya kebakaran, pencuri, dan berbagai macam musibah."
Keterangan tersebut tercantum dalam Maroqil Ubudiyah Syarah Bidayatul Hidayah karya Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani. Namun, berbagai riwayat atau keterangan mengenai kekhususan Nabi Muhammad SAW perlu dipahami dalam konteks pembahasan ulama.
Yang paling utama bagi umat Islam bukan sekadar mengetahui keistimewaan Rasulullah SAW, tetapi juga meneladani akhlak, sunnah, kasih sayang, dan ketawadhuan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengenal sosok Rasulullah SAW lebih dekat, diharapkan kecintaan kepada Nabi semakin kuat dan mendorong umat Islam untuk mengikuti ajaran yang beliau wariskan.
Editor: Wahab Firmansyah