get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Muktamar ke-35 NU, KH Ma’ruf Amin Didoakan Jadi Rais Aam Syuriah PBNU

KH Ma’ruf Amin Hadiri Maulid Nabi di Zawiyah Ar Raudhah, Ingatkan Umat Jangan Sampai Menyimpang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:48 WIB
header img
KH Ma’ruf Amin saat menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah Jakarta. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Rais Aam Syuriah PBNU ke-10 KH Ma’ruf Amin mengingatkan umat Muslim agar senantiasa waspada terhadap berbagai upaya yang dapat membuat manusia menyimpang dari jalan Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan KH Ma’ruf Amin saat memberikan tausiah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta, Selasa (25/8/2026) malam. Acara tersebut dihadiri sekitar seribuan jemaah.

Wakil Presiden RI ke-13 itu mengatakan, para ulama menyebut kehidupan dunia sebagai mamarran imtihaniyah, yakni tempat persinggahan yang penuh dengan ujian.

“Banyak ujian yang kalau kita tidak dibimbing, tidak mendapat inayah rabbaniyah himayah rabbaniyah, boleh jadi kita mengalami proses penyimpangan dari jalan Allah SWT,” ucapnya.

KH Ma’ruf kemudian mengutip pandangan Shahibul I'anah, pengarang kitab I'anah al-Thalibin, Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha al-Dimyathi al-Bakri. Menurutnya, sejak dahulu telah banyak fitnah yang membuat manusia meninggalkan kebenaran.

“Kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah SWT dan mereka itu sedikit, kata Shahibul I'anah. Jadi yang masih fi sabilillah, di jalan Allah SWT itu tinggal sedikit, karena banyak yang sudah terpengaruh, terbawa oleh bujukan rayuan upaya untuk menyimpangkan kita,” kata KH Ma’ruf.

Ia menegaskan, upaya untuk menjauhkan manusia dari jalan Allah SWT tidak pernah berhenti. Bahkan, kondisi tersebut telah disampaikan para ulama sejak sekitar satu abad lalu.

“Apalagi sekarang. Banyaknya media, banyaknya, orang bilang banyak setan gembleng yang menyimpangkan kita dan itu pasti,” tegas KH Ma’ruf.

KH Ma’ruf Amin Ingatkan Umat agar Tak Menyimpang dari Jalan Allah

KH Ma’ruf Amin juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW pernah menghadapi upaya untuk membelokkan beliau dari wahyu Allah SWT. Menurutnya, hal tersebut hampir terjadi sebagaimana yang disebutkan dalam Surat Al-Isra' ayat 73-74.

“Hampir saja mereka itu membelokkan kamu (Nabi Muhammad SAW), dari apa yang kami wahyukan kepadamu untuk mencari jalan lainnya (bukan wahyu Allah SWT). Dan apabila itu terjadi (Nabi Muhammad SAW menyimpang), mereka akan menjadikan kamu sahabat sejati. Andaikata kami (Allah SWT) tidak tetapkan hatimu, maka hampir saja kamu itu condong sedikit kepada mereka,” ucap KH Ma’ruf mengartikan kedua surat dalam Alquran tersebut.

Mantan Ketua MUI itu menjelaskan bahwa kasih sayang Allah SWT menjaga Nabi Muhammad SAW agar tidak terbelokkan atau ma’sum.

“Jadi, kalau nabi saja dibilang hampir, apalagi kita ini, masya allah, jangan-jangan kita sudah menyimpang, cuma tidak berasa,” ucap KH Ma’ruf.

Menurut KH Ma’ruf, manusia selama hidup di dunia diberikan pilihan. Manusia bebas memilih untuk beriman atau tidak, melakukan amal baik atau buruk, serta membela kebenaran atau mendukung kezaliman.

“Mau mengerjakan yang baik atau tidak itu diberikan pilihan, tapi ada batasnya. Kita boleh pilih itu sampai akhir usia, kalau sudah ajalnya tidak bisa pilih lagi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki arah dan tujuan dalam kehidupannya. Karena itu, umat Islam diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

“Bisa bermakna, musabaqah, jangan ditunda-tunda, cepat, kalau shalat jangan entar-entar. Bisa juga bermakna cepet-cepet,” paparnya.

KH Ma’ruf menambahkan, orang-orang saleh sekalipun tetap merasa khawatir amal ibadah mereka belum tentu diterima Allah SWT.

“Itu orang saleh, kita ini masih tenang-tenang saja, enak-enak saja, padahal amal kita belum tentu diterima,” katanya.

Di akhir tausiah, KH Ma’ruf Amin mendoakan seluruh jemaah agar senantiasa mendapat ketetapan dalam Islam dan iman, terhindar dari penyimpangan, serta mendapatkan penerimaan atas amal kebaikan mereka.

“Mudah-mudahan Allah membimbing kita dengan syafaatnya Rasulullah SAW dan barokahnya Syekh Abdul Qadir Al Jailani di bawah bimbingan guru kita Syekh Fadhil Al Jailani,” pungkas KH Ma’ruf.

Dalam acara tersebut, cicit Sulthan Auliya Syekh Abdul Qadir Al Jaelani, Syekh Prof Dr Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani, dan cicit Syekh Nawawi Banten, Prof Dr (HC) KH Ma'ruf Amin, turut menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta.

Syekh Fadhil, ulama sufi kontemporer asal Turki sekaligus cicit ke-25 Sulthan Auliya, hadir sejak Selasa (25/8) siang di Majelis Zawiyah Ar Raudhah pimpinan KH Muhammad Danial Nafis.

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Fadhil membacakan sekaligus menjelaskan kitab Maulid Nabi Muhammad SAW karya Sulthan Auliya. Ia juga mengijazahkan kepada jemaah agar rutin membaca kitab tersebut bersama Manaqib Sulthan Auliya.

Menurut Syekh Fadhil, kitab Maulid tersebut memiliki keistimewaan dari sisi bahasa yang detail, mendalam, dan sarat makna dalam menggambarkan sosok manusia sempurna, Nabi Muhammad SAW, yang akan menjadi syafaat bagi umat Muslim di Hari Akhir.

Syekh Fadhil juga mendoakan siapa pun yang rutin membaca kitab Maulid Nabi tersebut agar kelak dapat bersama dalam barisan Sulthan Auliya dan memperoleh syafaat Baginda Rasulullah SAW.

Dalam rangkaian acara itu, Syekh Fadhil turut memimpin shalat Asar, Maghrib, dan Isya bersama ribuan jemaah yang hadir dari wilayah Jakarta Raya.

Sementara itu, KH Ma’ruf Amin hadir di Zawiyah Ar Raudhah seusai shalat Isya. Ia menghadiri untuk pertama kalinya pembacaan kitab Maulid Nabi Muhammad SAW karya Sulthan Auliya di Indonesia.

KH Ma’ruf Amin kemudian memberikan tausiah setelah pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga menerima kenang-kenangan dari Syekh Fadhil berupa kitab Ushuluddin karya Sulthan Auliya yang telah ditahqiq sendiri oleh Syekh Fadhil.

Sekitar seribuan jemaah memenuhi Zawiyah Ar Raudhah. Mereka terlihat antusias, tertib, dan khusyuk mengikuti seluruh rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung sejak pukul 14.30 hingga 22.30 WIB.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut