Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menguak Sejarah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lahir dari Letusan Dahsyat 1883
Advertisement . Scroll to see content

Erupsi Gunung Anak Krakatau Disebut Rekayasa? Ahli: Tak Masuk Akal Secara Sains

Selasa, 08 September 2026 | 11:10 WIB
  • author Binti Mufarida
Erupsi Gunung Anak Krakatau Disebut Rekayasa? Ahli: Tak Masuk Akal Secara Sains
Erupsi gunung api, termasuk Gunung Anak Krakatau, merupakan proses alamiah. Foto: BVMBG

Ada Banyak Tanda Sebelum Gunung Meletus

Selain aktivitas kegempaan, instrumen geodesi presisi seperti GPS dan sensor tiltmeter juga dapat mendeteksi perubahan pada tubuh gunung api.

Perubahan tersebut berupa deformasi atau pembengkakan tubuh gunung yang dapat terjadi jauh sebelum letusan. Pemantauan juga mencakup perubahan rasio konsentrasi gas kimia dan peningkatan suhu.

Seluruh proses akumulasi massa dan energi tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif panjang, mulai dari hitungan bulan hingga tahun di dalam kerak bumi.

Data aktivitas tersebut dapat direkam oleh berbagai instrumen geofisika sehingga memberikan bukti bahwa erupsi merupakan bagian dari siklus alamiah bumi.

Teknologi Tidak Mampu Menggerakkan Magma

Dari perspektif hukum fisika, Daryono mengatakan lapisan batuan padat dengan ketebalan puluhan kilometer memiliki kemampuan meredam gelombang elektromagnetik dalam jarak yang sangat pendek.

Dengan kondisi tersebut, tidak terdapat mekanisme interaksi fisik yang memungkinkan sinyal buatan manusia digunakan untuk menggerakkan magma yang berada jauh di dalam bumi.

Daryono juga menegaskan manusia tidak memiliki sumber energi yang cukup besar untuk mengendalikan pergerakan jutaan meter kubik magma dengan suhu yang dapat mencapai 1.200 derajat Celsius.

"Narasi yang mengaitkan erupsi beruntun dengan rekayasa teknologi merupakan bentuk disinformasi yang mengabaikan sains dasar, mengingat aktivitas vulkanik Indonesia adalah keniscayaan dinamis dari geologi bumi yang terus bergerak," katanya.

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut