MotoGP Tutup Era 990cc, Marc Marquez Berpeluang Rebut Gelar Terakhir
BEKASI, iNewsBekasi.id - Marc Márquez berpeluang menorehkan catatan bersejarah pada MotoGP 2026. Pembalap Ducati tersebut tengah berada dalam persaingan perebutan gelar juara dunia yang sekaligus menjadi gelar terakhir sebelum kelas utama MotoGP memasuki era baru dengan mesin 850cc pada 2027.
Era 990cc yang berlangsung sejak 2012 akan resmi berakhir setelah musim 2026. Dalam periode tersebut, Márquez menjadi salah satu pembalap paling dominan dengan koleksi tujuh gelar juara dunia.
Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan pembalap lain pada era 990cc. Jorge Lorenzo dan Francesco Bagnaia masing-masing meraih dua gelar, sedangkan Joan Mir, Fabio Quartararo, dan Jorge Martín masing-masing satu kali menjadi juara dunia.
Kesempatan Márquez untuk mengakhiri era tersebut dengan gelar juara memiliki nilai historis. Sebelumnya, Valentino Rossi pernah menjadi juara dunia terakhir pada era 500cc, sedangkan Nicky Hayden dan Casey Stoner masing-masing menutup era 990cc dan 800cc sebagai juara dunia.
Dari 14 gelar yang sudah diberikan pada era tersebut, Marc Márquez menjadi pembalap dengan koleksi terbanyak, yakni tujuh gelar. Jorge Lorenzo dan Pecco Bagnaia masing-masing mengoleksi dua gelar, sedangkan Joan Mir, Fabio Quartararo, dan Jorge Martín masing-masing meraih satu gelar.
Gelar terakhir dalam sebuah era selalu memiliki nilai sejarah tersendiri. Valentino Rossi pernah melakukannya di kelas 500cc, Nicky Hayden menjadi juara terakhir era 990cc, sementara Casey Stoner menutup era 800cc sebagai juara dunia. Kini, Márquez memiliki peluang untuk kembali menorehkan namanya dalam sejarah.
Persaingan MotoGP 2026 sejauh ini mengarah pada duel Ducati dan Aprilia. Noale sempat memimpin klasemen konstruktor dan pembalap hingga akhir pekan sebelumnya, sebelum situasi berubah drastis di Misano berkat penampilan impresif Márquez.
Márquez mengumpulkan 217 poin dalam periode tersebut, jauh di atas Jorge Martín yang mengoleksi 107 poin dan Marco Bezzecchi dengan 99 poin. Dua pembalap Aprilia itu sebelumnya berada di depan Márquez dalam klasemen.
Ducati juga datang ke Red Bull Ring dengan keunggulan tipis. Pabrikan asal Borgo Panigale memimpin klasemen konstruktor dengan selisih dua poin atas Aprilia. Sementara itu, Márquez memiliki jumlah poin yang sama dengan Martín, yang sempat memimpin klasemen sejak Assen.
Perbedaan utama terlihat dari jumlah kemenangan. Márquez sudah mengoleksi lima kemenangan, sedangkan Martín baru satu kali finis sebagai pemenang. Statistik tersebut membuat posisi Márquez semakin kuat dalam perburuan gelar.
Red Bull Ring juga menjadi panggung yang menguntungkan Ducati. Sejak 2016, Ducati sudah mengamankan 10 kemenangan di sirkuit tersebut. Kemenangan terakhir bahkan diraih Márquez. KTM memiliki dua kemenangan, sedangkan Aprilia baru sekali naik podium melalui Bezzecchi yang finis ketiga pada 2015.
Konsistensi Márquez di paruh kedua musim juga menjadi ancaman serius bagi para rivalnya. Dia sudah 109 kali memimpin klasemen MotoGP sejak pertama kali mengambil posisi tersebut di Austin pada 2013, saat masih menjalani musim debutnya di kelas utama.
Márquez memiliki catatan kuat ketika sudah berhasil merebut posisi teratas klasemen. Pada 2013, momentum tersebut mulai terbentuk di Sachsenring. Setahun kemudian, dia memimpin sejak awal hingga akhir musim.
Pada 2016, Márquez kembali menguasai persaingan setelah Catalunya. Musim 2017 menjadi salah satu periode paling sulit, tetapi dia bangkit sejak Misano dan mempertahankan posisi terdepan hingga akhir. Pada 2018 dan 2019, dia juga memimpin sejak Jerez hingga penghujung musim. Tahun lalu, Márquez kembali mengambil alih klasemen di Le Mans dan tidak melepaskannya.
Namun, persaingan MotoGP 2026 masih jauh dari selesai. Masih ada delapan Grand Prix yang dijadwalkan, atau tujuh jika Grand Prix Qatar akhirnya dipastikan batal.
Sejumlah sirkuit juga disebut kurang menguntungkan bagi Márquez, termasuk Indonesia, Malaysia, Qatar, dan Portimao. Sebaliknya, ada empat sirkuit yang memberikan peluang besar bagi pembalap nomor 93 untuk memperlebar keunggulannya, dimulai dari Austria akhir pekan ini.
Márquez sendiri menilai para pembalap Aprilia belum akan menyerah dalam perebutan gelar. Dia juga mengingatkan panjangnya kompetisi MotoGP 2026 yang masih menyisakan banyak peluang perubahan.
“Saya rasa para pembalap Aprilia tidak akan menyerah, terutama dari seorang juara seperti Jorge Martín, dan Marco Bezzecchi, yang telah menunjukkan dirinya sangat cepat baik di Aragón maupun di sini, dan jika dia melakukan kesalahan, saya bisa melakukan kesalahan yang sama di lain waktu. Ini musim yang panjang; kita telah melihat apa yang terjadi dalam tujuh balapan terakhir, dan masih ada tujuh (jika Qatar dibatalkan) atau delapan balapan tersisa. Jika apa yang terjadi dalam tujuh balapan telah terjadi, bayangkan apa yang masih bisa terjadi di semua balapan yang tersisa," kata Marquez dikutip dari Mundo Deportivo.
Dengan persaingan Ducati dan Aprilia yang hanya dipisahkan dua poin di klasemen konstruktor, MotoGP 2026 masih menyimpan potensi perubahan besar. Namun, jika Márquez mampu mempertahankan momentumnya, dia berpeluang menutup era 990cc dengan gelar dunia sekaligus menambah satu lagi catatan bersejarah dalam kariernya.
Editor: Tedy Ahmad