Kasus Hukum Fahd Rafiq Dinilai Bakal Mengubah Konstelasi Internal Golkar Bekasi
BEKASI, iNewsBekasi.id — Peta politik internal Partai Golkar Kota Bekasi berpotensi mengalami perubahan signifikan menyusul penetapan status hukum Fahd A Rafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus yang berkaitan dengan dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor tersebut dinilai membawa dampak langsung terhadap konstelasi politik lokal, terutama menjelang Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi.
Sebelum munculnya perkara hukum ini, konsolidasi politik gencar dilakukan oleh barisan pendukung Ranny Maydiana Fahd Rafiq. Langkah penataan struktur hingga ke tingkat pengurus kelurahan tersebut disiapkan guna melancarkan suksesi Ranny dalam bursa calon ketua partai. Namun, perkembangan situasi hukum terkini dinilai mengubah perhitungan serta arah strategi politik di lapangan.
Ketua Tri Nusa Bekasi Raya, Maksum Alfarizi, menyampaikan bahwa perubahan situasi pada sosok figur kunci umumnya memicu penyesuaian besar di internal organisasi. Ia menilai para pendukung yang selama ini menginduk pada tokoh senior akan menghadapi ketidakpastian posisi, mengingat peran pelindung dan penyokong kebijakan politik tengah terganggu.
"Dinamika hukum pada figur senior kerap berpengaruh langsung pada konstelasi internal. Ketika situasi berubah, peta dukungan serta arah kebijakan politik organisasi tentu akan menyesuaikan," ujar pria yang akrab disapa Mandor Baya ini saat ditemui awak media di Kota Bekasi, Selasa (15/9/2026).
Mandor Baya menjelaskan bahwa dinamika ini dapat mendorong para kader untuk mengevaluasi ulang langkah politik mereka demi menjaga kelangsungan karier dan stabilitas organisasi. Menurutnya, perubahan peta kekuatan ini kerap dimanfaatkan oleh kubu penyeimbang untuk mengambil alih inisiatif konsolidasi. Di saat yang sama, momentum tersebut menjadi ujian nyata bagi etika dan kesolidan para kader.
Di tengah penyesuaian peta kekuatan tersebut, persaingan menjelang Musda DPD Golkar Kota Bekasi diprediksi tetap berjalan dinamis. Bursa kepemimpinan kini menyoroti dua figur srikandi utama, yakni Ade Puspitasari yang merupakan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi petahana sekaligus Anggota DPRD Jawa Barat, serta Ranny Maydiana Fahd Rafiq yang menjabat sebagai Anggota DPR RI.
Melihat kondisi yang berkembang, pihak Tri Nusa Bekasi Raya meminta kepemimpinan partai untuk bertindak tegas dalam mengawal aturan main organisasi. Langkah penegakan disiplin dinilai penting agar dinamika yang terjadi tidak sampai merusak struktur dan fokus konsolidasi partai.
"Penting bagi kepemimpinan partai saat ini untuk mengutamakan kesolidan struktur dan mengambil langkah tegas jika terdapat tindakan yang berpotensi merugikan konsolidasi organisasi," tegas Mandor Baya menutup keterangannya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar