Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bansos Warga Miskin bakal Gunakan AI, Luhut Siapkan Kupon Antijudol
Advertisement . Scroll to see content

AI Bisa Bikin Mahasiswa Terlena? Ketua Yayasan UNDIRA Sampaikan Pesan Ini

Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB
  • author Abddullah M Surjaya
AI Bisa Bikin Mahasiswa Terlena? Ketua Yayasan UNDIRA Sampaikan Pesan Ini
1.529 Mahasiswa UNDIRA mengikuti pembukaan perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027. Foto/IST

BEKASI, iNews.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa kemudahan dalam proses belajar. Namun, penggunaan teknologi secara berlebihan justru dapat menjadi persoalan baru bagi mahasiswa.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Dian Asra, Sagoro Dharmawan, saat memberikan arahan kepada 1.529 mahasiswa baru Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) dalam pembukaan perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027.

Sagoro menyoroti fenomena AI Overuse, yakni penggunaan sekaligus ketergantungan terhadap teknologi kecerdasan buatan secara berlebihan dalam proses memperoleh informasi dan pengetahuan.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pembukaan perkuliahan yang berlangsung di Kampus UNDIRA Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, serta Kampus Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Di hadapan mahasiswa baru, Sagoro mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar terhadap pola belajar.

Kemudahan mendapatkan informasi melalui berbagai platform digital, termasuk AI, membuat mahasiswa bisa memperoleh jawaban dalam waktu singkat.

Namun, menurut Sagoro, kemudahan tersebut jangan sampai menghilangkan proses berpikir yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pendidikan tinggi.

Ia menggambarkan perubahan pola belajar mahasiswa. Jika sebelumnya mahasiswa pulang dari ruang kelas dengan membawa banyak pertanyaan, kini kemudahan teknologi memungkinkan mereka pulang dengan jawaban yang serba instan.

Kondisi tersebut, kata Sagoro, menjadi salah satu gambaran dari fenomena AI Overuse. Karena itu, mahasiswa didorong tidak menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber dalam mencari jawaban.

Sagoro mengatakan mahasiswa UNDIRA harus tetap membangun kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya menerima informasi yang tersedia.

Mereka juga perlu menguji, mendiskusikan, dan melakukan eksperimen untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan.

“Di UNDIRA, mahasiswa juga dididik untuk tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga menguji dan bereksperimen untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga ke depannya kalian dapat mempertanggungjawabkan hal yang telah dipelajari,” kata Sagoro.

Menurut dia, kemampuan tersebut menjadi penting karena dunia kerja dan profesi terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi.

Sagoro juga mengingatkan mahasiswa untuk memperkuat budaya diskusi, integritas, serta profesionalisme selama menjalani pendidikan di UNDIRA. Dalam kesempatan tersebut, Sagoro juga menyinggung perubahan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, IPK saat ini tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran yang menentukan perjalanan seseorang dalam berkarier. Porsi nilai akademik dinilai relatif lebih kecil dibandingkan dengan era orang tua mahasiswa saat ini.

Karena itu, mahasiswa diminta membangun kemampuan lain yang dapat menunjang perjalanan mereka setelah lulus. Pertanyaan yang perlu dipikirkan mahasiswa, menurut Sagoro, bukan semata-mata mengenai ingin menjadi apa di masa depan.

Lebih dari itu, mahasiswa perlu mulai memikirkan apa yang ingin mereka ciptakan melalui ilmu dan kemampuan yang diperoleh selama kuliah. Untuk mendukung proses tersebut, UNDIRA juga menyediakan pembelajaran dengan dukungan Google Education dan Google Workspace.

1.529 Mahasiswa Baru UNDIRA Dikukuhkan

Sebelumnya, UNDIRA secara resmi mengukuhkan 1.529 mahasiswa baru Program Sarjana (S1) berdasarkan Surat Keputusan Nomor 01/026/A-SKep/IX/2026. Pengukuhan tersebut berlangsung pada Sabtu (19/9/2026).

Acara dihadiri Ketua Yayasan Dian Asra, Sagoro Dharmawan, Rektor UNDIRA Prof. Dr. H. Suharyadi, M.S., serta Ketua Yayasan Amri Jaya, Fadlun Umar.

Turut hadir jajaran Wakil Rektor I hingga IV, para direktur, dekan fakultas, kepala program studi, sekretaris program studi, hingga kepala biro di lingkungan UNDIRA.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNDIRA Suharyadi juga berpesan agar mahasiswa tidak menjadikan nilai dan IPK sebagai satu-satunya target selama menjalani perkuliahan.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pribadi yang berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara melalui perspektif keilmuan yang relevan dan berdampak.

Mahasiswa juga didorong menyelesaikan pendidikan tepat waktu serta memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Saya berharap kalian semua dapat lulus tepat waktu, mampu mengejar mimpi dan aspirasi serta menjadi lulusan yang adaptif dan bijaksana,” kata Suharyadi.

Editor: Abdullah M Surjaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut