Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa UPH Bantu KWT Tangsel Terapkan Smart Farming, dari Limbah Daun jadi Pupuk
Advertisement . Scroll to see content

Ribuan Mahasiswa Demo di HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan Rakyat

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:42 WIB
  • author Danandaya Arya Putra
Ribuan Mahasiswa Demo di HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan Rakyat
Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat akan berunjuk rasa di kawasan HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). Foto: AI

JAKARTA, iNewsBekasi.id - Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat akan menggelar unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta pada Rabu (28/10/2026). Mengusung tema #IndonesiaSadar, aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB itu membawa agenda Lima Perintah Rakyat (LAPAR).

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026 Namora Siahaan mengatakan jumlah peserta diperkirakan mencapai 2.500 orang saat demonstrasi berlangsung. Aksi ini menjadi bentuk penyampaian aspirasi terhadap sejumlah kebijakan dan kondisi negara yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan publik.

"Aksi ini membawa Lima Perintah Rakyat atau LAPAR sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas serangkaian kebijakan dan kondisi negara yang makin menjauh dari kepentingan publik," kata Namora saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa merusak fasilitas publik atau mengganggu ketertiban umum.

Pramono menegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, dia meminta seluruh peserta aksi tetap menjaga keamanan dan kenyamanan warga lainnya.

"Karena Jakarta bagian dari Pemerintah Republik Indonesia, demokrasi dijalankan, saya sekali lagi mengharapkan siapa pun yang melakukan unjuk rasa di Jakarta jangan kemudian merusak fasilitas publik, mengganggu ketertiban umum, dan juga melakukan anarki," kata Pramono.

Pramono juga berharap aparat kepolisian bersama TNI dapat menjaga situasi tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung. Dia ingin aksi penyampaian aspirasi berjalan aman dan nyaman bagi seluruh pihak.

"Sehingga dengan demikian saya berharap betul bahwa kepolisian dibantu dengan TNI dan tentunya kita semua menjaga agar besok demonstrasi yang terjadi di Jakarta, kalau memang ada, berlangsung dengan happy-happy, nyaman-nyaman aja," tuturnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengajak masyarakat menjaga fasilitas umum dan ruang publik selama aksi berlangsung. Polisi menekankan pentingnya menghormati hak peserta demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga aktivitas masyarakat lainnya.

“Ruang publik adalah milik kita bersama. Ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada pula yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Semua memiliki hak yang perlu kita hormati,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Budi menjelaskan, fasilitas umum merupakan sarana yang digunakan bersama sehingga pemeliharaan dan perlindungannya menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Dia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan penyampaian informasi yang akurat untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga situasi tetap aman.

Dalam mengawal kegiatan penyampaian aspirasi, Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis. Pendekatan tersebut, menurut Budi, bertujuan menjaga hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat sekaligus melindungi keselamatan dan kepentingan bersama.

“Aspirasi masyarakat harus tetap mendapat ruang, sementara keselamatan dan kepentingan bersama juga kita jaga. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat dalam menjaga Jakarta,” ujarnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi turut mengajak mahasiswa yang berunjuk rasa pada 28 Oktober 2026 untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.

Dia mengingatkan bahwa aksi tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Karena itu, momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan dilindungi sebagai bagian penyampaian aspirasi sekaligus kontrol sosial terhadap penyelenggaraan negara,” kata Ristadi.

Meski demikian, Ristadi mengingatkan agar peserta aksi tetap bertanggung jawab dalam menyampaikan tuntutan dan menjaga ketertiban selama demonstrasi.

“Namun aksi tetap harus mengedepankan ketertiban, kedamaian, dan tanggung jawab dalam menyampaikan tuntutan, agar tujuan baik juga dilakukan dengan cara yang baik seperti yang juga selama ini KSPN lakukan dalam kegiatan aksi unjuk rasa,” tutur dia.

Ristadi menambahkan, peringatan Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya persatuan di tengah perbedaan aspirasi. Dia berharap generasi muda dapat menjaga semangat tersebut dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

“Apalagi tanggal 28 Oktober adalah momentum bersejarah para pemuda indonesia membulatkan tekad membangun persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda. Semangat ini harus dijaga oleh generasi muda termasuk mahasiswa untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik," ucapnya.

Editor: Tedy Ahmad

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut