Kekeringan Parah di Pebayuran Bekasi, 600 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air
BEKASI, iNewsBekasi.id – Kekeringan melanda sekitar 600 hektare sawah di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga September 2026. Kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan pertanian.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengoperasikan tiga unit pompa air guna membantu mengalirkan air ke lahan persawahan yang terdampak kekeringan.
Tiga pompa tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari SP Kiwing menuju area persawahan. Air kemudian disalurkan melalui tiga jalur selang ke lahan pertanian di Desa Karangharja.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi mengatakan, pompanisasi dilakukan untuk membantu petani kembali mengolah lahan dan melanjutkan musim tanam di tengah keterbatasan pasokan air.
"Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat dan konkret," ucap Abdul dalam keterangannya dikutip, Selasa (29/9/2026).
Selain mengambil air dari Kali Kuwing, BBWS Citarum juga menyiapkan satu unit mobile pump berkapasitas 500 liter per detik (lps) untuk mengambil air dari Sungai Citarum.
Upaya penanganan kekeringan di Kabupaten Bekasi tersebut diperkuat BBWS Cilicis dengan mengerahkan dua unit mobile pump. Masing-masing pompa memiliki kapasitas 80 lps.
Dengan tambahan pompa tersebut, proses pengambilan dan pengaliran air dari Sungai Citarum ke lahan persawahan yang terdampak kekeringan diharapkan dapat dipercepat.
Editor: Wahab Firmansyah