Cara Menjaga Kesehatan Kulit Jangka Panjang, Tak Cukup Hanya Pakai Skincare
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang tidak hanya berkaitan dengan perawatan untuk mendapatkan hasil yang terlihat dalam waktu singkat. Kulit juga perlu dijaga agar tetap mampu bertahan dan pulih dari berbagai paparan lingkungan sehari-hari.
Paparan sinar ultraviolet (UV), panas, kelembapan, keringat hingga aktivitas di lingkungan bersuhu tinggi dapat memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, perlindungan kulit secara konsisten menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit seiring bertambahnya usia.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam talkshow bertajuk “Can Sunscreen Do More Than Protect?” dengan tema “Exploring the New Science of Skin Recovery, Resilience & Longevity” yang digelar di ASHTA District 8, SCBD, Jakarta Selatan.
Talkshow tersebut menghadirkan Deputy Brand Head Wardah Sunscreen Vina Yolanda, dokter spesialis mikrobiologi klinik dr. Ayman Alatas, Sp.M.K., serta Yuki Kato.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas tiga aspek yang berkaitan dengan kesehatan kulit, yakni skin recovery atau kemampuan kulit untuk pulih, skin resilience atau ketahanan kulit menghadapi paparan sehari-hari, serta skin longevity sebagai pendekatan untuk mempertahankan kualitas kulit dalam jangka panjang.
Vina Yolanda mengatakan penggunaan sunscreen saat ini tidak hanya berkaitan dengan perlindungan dari sinar UV, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi kulit dalam menghadapi berbagai paparan.
"Diperkaya dengan UV Thermal Relief, Vegan PDRN, Medecca-12, dan provitamin D, inovasi ini mengusung konsep Sun Protection to Skin Preservation, yang menempatkan perlindungan sehari-hari sebagai langkah awaluntuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang (skin longevity),” ujar Vina Yolanda dalam keterangannya pada Minggu (4/10/2026).
Ia mengatakan salah satu tantangan dalam menjaga kulit adalah mempertahankan kondisinya ketika seseorang kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah melakukan berbagai perawatan.
“Kami ingin menjawab satu kebutuhan yang sangat dekat dengan konsumen: setelah begitu banyak perhatian diberikan untuk merawat kulit, bagaimana kita menjaga hasilnya ketika kembali menjalani aktivitas? Itulah alasan kami membawa UV Thermal Relief dan Vegan PDRN ke dalam sunscreen," ujarnya.
Menurutnya, perlindungan kulit perlu dilakukan secara konsisten dan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
"Kami ingin membantu konsumen menjaga kulit yang sudah mereka rawat melalui formula yang juga nyaman menjadi bagian dari rutinitas,” ucapnya.
Dokter spesialis mikrobiologi klinik dr. Ayman Alatas, Sp.M.K., menjelaskan kulit merupakan ekosistem yang terus berinteraksi dengan lingkungan. Kondisi tersebut membuat kulit berhadapan dengan berbagai faktor eksternal dalam aktivitas sehari-hari.
Di tengah meningkatnya paparan UV dan gelombang panas di Asia, kulit dapat menghadapi paparan panas, kelembapan, keringat hingga radiasi matahari. Kondisi tersebut membuat perlindungan kulit perlu dilakukan secara konsisten.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah heat damage atau dampak paparan panas terhadap kulit. Kondisi ini dapat terjadi ketika kulit terpapar temperatur tinggi dalam waktu lama, baik akibat cuaca panas maupun aktivitas tertentu.
Paparan panas juga dapat berasal dari aktivitas di dalam ruangan, seperti memasak, serta aktivitas fisik atau gaya hidup yang dilakukan di tempat dengan suhu tinggi.
"Paparan ini dapat memicu reaksi biologis yang dapat merusak struktur kulit, seperti memicu inflamasi, menurunkan hidrasi kulit, mengganggu skin barrier, dan mengurangi elastisitas kulit," kata Ayman.
Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dilakukan ketika kulit mengalami masalah. Perlindungan dan perawatan yang konsisten diperlukan untuk membantu mempertahankan fungsi kulit dalam jangka panjang.
Yuki Kato mengatakan pemahamannya mengenai penggunaan sunscreen juga mengalami perubahan. Ia sebelumnya menganggap sunscreen hanya diperlukan ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
“Dulu, jujur aku pikir sunscreen itu cuma dipakai kalau kita keluar rumah,” ungkap Yuki.
Setelah mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perlindungan kulit, ia mulai memasukkan penggunaan sunscreen ke dalam rutinitas sehari-hari.
“Jadi, sekarang, beraktivitas apa pun, sunscreen Wardah Vegan PDRN Physical Sun Ampoule tidak boleh terlupa. Buatku, konsisten menggunakan sunscreen merupakan sebuah skinvestment,” ungkap Yuki.
Dalam kegiatan tersebut, pentingnya penggunaan sunscreen juga diperlihatkan melalui sesi UV Camera Test bersama Skinoppa, seorang skincare expert influencer.
Sesi tersebut memperlihatkan penggunaan sunscreen dan karakteristik teksturnya, termasuk klaim tidak meninggalkan white cast serta memberikan efek tone-up yang membuat kulit tampak lebih cerah.
Editor: Wahab Firmansyah