Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Tangkap 5 Orang dalam OTT di Banten, Diduga Ada Oknum Jaksa Kejati Terjaring
Advertisement . Scroll to see content

Jalur Anyer-Panarukan Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Daerah, Ribuan Desa Berpotensi Dikembangkan

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:48 WIB
  • author Wahab Firmansyah
Jalur Anyer-Panarukan Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Daerah, Ribuan Desa Berpotensi Dikembangkan
Jalur Anyer-Panarukan disiapkan menjadi koridor wisata, budaya, dan ekonomi. Foto/Istimewa

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Jalur bersejarah Anyer-Panarukan yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur disiapkan menjadi koridor wisata, budaya, dan penggerak ekonomi daerah. Pengembangan jalur yang dibangun pada masa kolonial Belanda melalui kerja paksa tersebut dibahas dalam Kick-off Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots di Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Festival Anyer-Panarukan menjadi agenda tahunan. Festival ini diharapkan tidak hanya mengangkat nilai sejarah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan mengoptimalkan potensi wisata di sepanjang jalur tersebut.

Menurut Yandri, jalur Anyer-Panarukan melintasi ribuan desa dan sejumlah kota bersejarah yang memiliki potensi ekonomi beragam. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, desa pesisir, pariwisata, hingga produk unggulan desa yang berpeluang menembus pasar internasional.

“Di Anyer-Panarukan itu sekali lagi kami sampaikan, ribuan desa dilewati, banyak kota bersejarah dilewati. Maka jangan sampai kehebatan-kehebatan ini terlewatkan karena hanya dua kabupaten saja yang menggaungkan,” kata Yandri saat menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

Ia meminta pemerintah kabupaten, kota, dan desa di sepanjang jalur Anyer-Panarukan dilibatkan dalam pengembangan program. Menurutnya, gerakan tersebut tidak boleh hanya berpusat di Kabupaten Serang, Banten, dan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kementerian Desa PDT, kata Yandri, siap mendukung pengembangan kawasan melalui program desa tematik, desa nelayan, desa wisata, dan desa ekspor. Dukungan juga dapat diperkuat melalui kerja sama dengan sektor swasta, BUMN, serta mitra luar negeri.

Yandri turut mengusulkan sinergi program Anyer-Panarukan dengan Festival Bangun Desa Bangun Indonesia agar pengembangan potensi desa dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, upaya mengembangkan potensi ekonomi kawasan harus berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah. Jejak pembangunan jalan Anyer-Panarukan melalui kerja paksa pada masa kolonial perlu menjadi pengingat sejarah sekaligus pijakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anyer-Panarukan Diusulkan Jadi Destinasi Wisata Terintegrasi

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah berharap jalur Anyer-Panarukan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata terintegrasi yang menggabungkan wisata sejarah, alam, dan religi.

“Kami ingin ke depan Anyer-Panarukan ini menjadi satu kesatuan yang terintegrasi, baik dari destinasi wisata, destinasi sejarah, maupun destinasi alam,” kata Ratu.

Menurut Ratu, kawasan Anyer telah memiliki beragam pilihan wisata, mulai dari wisata sejarah dan edukasi hingga wisata alam. Pantai Anyer menjadi salah satu kawasan yang ditargetkan masuk dalam pengembangan destinasi terintegrasi tersebut.

Pemerintah juga berencana melibatkan masyarakat setempat agar pengembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi secara langsung, termasuk melalui pembukaan peluang usaha dan peningkatan pendapatan warga.

“Tentu ini perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan Pemerintah Provinsi Banten dan nanti dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo, sehingga destinasi wisata, religi, dan sejarah itu bisa terintegrasi,” ujarnya.

Situbondo Sebut Anyer-Panarukan Berpotensi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menilai program Anyer-Panarukan 3R berpotensi menjadi katalisator pembangunan daerah. Menurutnya, jalur yang menghubungkan pesisir barat hingga ujung timur Pulau Jawa itu tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menyimpan peluang pengembangan pariwisata, pelestarian warisan budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sejak awal kita berpikir bahwa Situbondo dan Serang ini punya aset sejarah yang bisa menjadi katalisator pembangunan daerah,” ujarnya.

Rio menegaskan, manfaat pengembangan Anyer-Panarukan tidak seharusnya hanya dirasakan Kabupaten Serang dan Situbondo. Wilayah lain yang dilintasi jalur bersejarah tersebut juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi daerahnya.

“Harapannya Anyer-Panarukan bukan sekadar artefak sejarah, tapi bisa kita kapitalisasi menjadi semacam mesin pertumbuhan ekonomi. Ini bukan hanya kepentingan Kabupaten Serang dan Kabupaten Situbondo. Ini kepentingan Indonesia,” imbuhnya.

Dalam Kick-off Anyer-Panarukan 3R, pengembangan destinasi menjadi salah satu fokus pembahasan, terutama dalam aspek Route. Konsep ini diarahkan untuk menjadikan jalur Anyer-Panarukan sebagai koridor perjalanan dan wisata yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Pelaksanaan program tersebut membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Serang, Pemerintah Kabupaten Situbondo, pemerintah pusat, sektor perbankan, media, dan masyarakat.

Melalui gerakan Anyer-Panarukan 3R, kawasan bersejarah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengingat masa lalu, tetapi juga berkembang menjadi jalur wisata dan pusat aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sepanjang Pulau Jawa.

 

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut