Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sapi 500 Kg Ngamuk dan Masuk Parit di Jatiasih Bekasi, Damkar Evakuasi 1 Jam
Advertisement . Scroll to see content

Harga Sapi Mahal, Indonesia Impor Kerbau Hidup dari Australia

Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:40 WIB
  • author Riyan Rizki Roshali
Harga Sapi Mahal, Indonesia Impor Kerbau Hidup dari Australia
Ilustrasi, harga sapi hidup tinggi, PT Berdikari impor kerbau hidup dari Australia. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id– Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang peternakan, PT Berdikari, mengimpor kerbau hidup dari Australia untuk menambah pasokan protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah ini dilakukan di tengah tingginya harga sapi hidup.

Impor kerbau hidup tersebut menjadi langkah baru bagi PT Berdikari dalam memperluas portofolio bisnis peternakan sekaligus mendukung ketersediaan pasokan daging di dalam negeri.

“Ini kali pertama Berdikari mendatangkan kerbau hidup dari Australia, ini merupakan portofolio baru sehingga tantangan ke depan berdikari selain mendatangkan bisa mengembangkan,” kata General Manager Ruminansia Business PT Berdikari (Persero), Akhmad Johari, dalam keterangannya yang dikutip Selasa (13/10/2026).

Akhmad menjelaskan, impor kerbau hidup dari Australia tidak ditujukan untuk menggantikan sapi maupun mengesampingkan produksi peternak lokal. Sebaliknya, kerbau diharapkan menjadi komoditas tambahan yang dapat melengkapi pasokan daging nasional.

Kehadiran kerbau impor juga diharapkan membantu menjaga keseimbangan pasar protein hewani. Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif sumber protein selain daging sapi, sementara produksi peternak dalam negeri tetap menjadi fondasi ketahanan pangan nasional.

Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas pilihan pasokan daging di tengah tingginya harga sapi hidup. Namun, dampaknya terhadap harga daging di tingkat konsumen akan bergantung pada ketersediaan pasokan dan kondisi pasar.

PT Berdikari berharap masuknya kerbau hidup dari Australia dapat mendukung upaya pemerintah menyediakan sumber protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Dengan berdikari mendatangkan kerbau diharapkan pemerintah harga sumber protein hewani lebih terjangkau,” kata dia.

Impor kerbau hidup ini sekaligus membuka peluang bagi PT Berdikari untuk mengembangkan bisnis ruminansia. Meski demikian, penambahan pasokan tersebut tetap diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan produksi peternakan nasional.

Dengan adanya alternatif pasokan kerbau, pasar daging nasional diharapkan memiliki pilihan tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa mengesampingkan peran peternak lokal.
 

Editor: Wahab Firmansyah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut