Siswi SMAK Tirtamarta Raih Medali OSN 2026, Perjuangan yang jadi Inspirasi
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Perjalanan Amaia Ardhanareswari S., siswi SMAK Tirtamarta BPK Penabur Pondok Indah meraih prestasi OSN 2026 tidak dimulai secara instan hingga meraih medali, podium, atau pun keyakinan sampai ke tingkat nasional.
Ada proses mencoba, memilih bidang, mengikuti seleksi, belajar lebih serius, lolos ke tahap berikutnya, lalu kembali mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.
Sampai akhirnya perjalanan tersebut membawanya meraih Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang Ekonomi. Prestasi Amaia tercatat sebagai salah satu medali bidang Ekonomi dalam OSN 2026.
Namun, ada sesuatu yang menarik dari cerita Amaia. Bukan hanya medalinya, melainkan bagaimana ia sampai ke sana. Dalam wawancaranya, Amaia bercerita bahwa pilihan bidang yang ingin ditekuninya tidak langsung muncul begitu saja. Ia sempat mempertimbangkan Matematika sebelum akhirnya memilih Ekonomi.
Bagi siswa SMA yang sedang berada pada fase mengenali minat, kemampuan, dan rencana masa depannya, pengalaman seperti ini mungkin terasa familiar.
“Kita tidak selalu mengetahui sejak awal bidang apa yang nantinya akan menjadi kekuatan kita. Terkadang kita menemukannya setelah mencoba. Dan keputusan sederhana untuk mencoba itulah yang kemudian membuka perjalanan berikutnya.” Kata Amaia bagi Amaia Ardhanareswari.
Baginya, OSN bukan kompetisi yang selesai dalam satu kali pertandingan. Perjalanan menuju tingkat nasional melewati proses seleksi berjenjang. Nama Amaia tercatat dalam peserta bidang Ekonomi yang berhasil melanjutkan perjalanan hingga menjadi finalis OSN tingkat nasional mewakili DKI Jakarta. Scribd
Setiap kali lolos, target berikutnya juga menjadi semakin tinggi. Perjalanan tersebut akhirnya membawa Amaia ke pelaksanaan OSN tingkat nasional di Malang pada September 2026 sebagai peserta bidang Ekonomi dari SMAK Tirtamarta
BPK Penabur.
Di sinilah sebuah prestasi sering kali terlihat berbeda ketika kita melihat proses di baliknya.
Medali mungkin diterima dalam satu hari. Tetapi perjalanan menuju medali dibangun jauh sebelum hari itu tiba. Semakin mendekati kompetisi, persiapan Amaia pun menjadi semakin intensif. Dalam proses tersebut, ia mendapatkan pendampingan dari guru SMAK Tirtamarta BPK Penabur untuk mempersiapkan diri menghadapi tahapan kompetisi berikutnya.
Ada latihan, pendalaman materi, persiapan kompetisi, dan waktu tambahan yang harus ia jalani.
Dalam wawancara, Amaia menceritakan bagaimana latihan menjadi bagian penting dari prosesnya, termasuk sesi persiapan pada akhir pekan.
Di tahap seperti inilah kemampuan akademik bertemu dengan kemampuan lain yang tidak kalah penting: disiplin, konsistensi, manajemen waktu, dan kemauan untuk terus belajar.
Prestasi kemudian tidak lagi hanya berbicara tentang siapa yang paling cepat menjawab soal. Ada proses belajar menghadapi tekanan, menerima hasil latihan, memperbaiki kekurangan, lalu mencoba lagi.
Dari 36.000 Peserta hingga Panggung Nasional Perjalanan tersebut akhirnya membawa Amaia menjadi salah satu finalis nasional bidang Ekonomi. Dan pada OSN 2026, Amaia berhasil membawa pulang Medali Perunggu bidang Ekonomi untuk SMAK.
Namun prestasi tersebut juga bukan satu-satunya perjalanan Amaia dalam bidang Ekonomi sepanjang 2026. Sebelumnya, Amaia tercatat meraih Juara I Indonesian Youth Achievement Olympiad bidang Ekonomi. Ia juga menjadi bagian dari tim SMAK Tirtamarta yang meraih Juara II Brain X Biz Competition – Cerdas Cermat Ekonomi dan Bisnis tingkat nasional. BPK Penabur.
Jika dilihat sebagai satu perjalanan, pola yang muncul menjadi menarik: mencoba, berlatih, berkompetisi, mengevaluasi, mencoba kembali bertumbuh.
Tetapi proses bertumbuh di belakangnya memiliki nilai yang tidak kalah penting.
“Kayak Mimpi Aku,” singkatnya.
Setelah perjalanan panjang tersebut, Amaia menggambarkan perasaannya dengan sederhana. Ia merasa sangat lega. Bahkan pencapaiannya terasa seperti sebuah mimpi yang akhirnya menjadi nyata.
Reaksi itu mengingatkan kita bahwa di balik nama siswa yang muncul dalam daftar pemenang, ada seorang remaja yang sebelumnya juga harus menghadapi ketidakpastian: apakah akan lolos, apakah persiapannya cukup, dan sejauh mana ia mampu melangkah.
Karena itulah prestasi tidak harus menjadi cerita tentang menjadi sempurna sejak awal. Prestasi juga dapat menjadi cerita tentang memberikan kesempatan kepad diri sendiri untuk bertumbuh.
Perjalanan Amaia juga memberikan satu perspektif penting tentang pendidikan di tingkat SMA. Sekolah bukan hanya tempat mempersiapkan siswa menghadapi ujian.
Masa SMA adalah periode ketika anak mulai semakin serius mengenali dirinya: bidang yang disukai, kemampuan yang ingin dikembangkan, tantangan yang berani diambil, bahkan kemungkinan masa depan yang sebelumnya belum pernah terpikirkan.
Di SMAK Tirtamarta BPK Penabur kesempatan mengikuti kompetisi dan proses pendampingan menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan tersebut.
Bukan berarti setiap siswa harus menjadi juara olimpiade. Setiap anak memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang bertumbuh melalui akademik, olahraga, seni, organisasi, kepemimpinan, pelayanan, komunikasi, ataupun bidang lainnya. Yang penting adalah anak memperoleh ruang untuk mencoba, mengenali potensinya, dan bertumbuh lebih jauh dari titik ketika ia memulai.
Inilah makna yang ingin terus dihidupi melalui semangat Grow Beyond Greatness serta Created to Shine. Called to Impact. Menariknya, setelah melewati perjalanan hingga tingkat nasional, pesan Amaia kepada siswa lain justru sederhana:
“Just keep trying, guys,” ungkapnya.
Mungkin memang tidak semua percobaan akan berakhir dengan medali. Tidak semua kompetisi akan menghasilkan podium. Dan tidak semua anak harus mempunyai perjalanan yang sama seperti Amaia.
Tetapi keberanian untuk mencoba dapat membuka sesuatu yang sebelumnya tidak kita ketahui tentang diri kita sendiri. Sebuah minat. Sebuah kemampuan. Sebuah kesempatan. Atau bahkan perjalanan baru yang sebelumnya tidak pernah kita bayangkan.
Bagi Amaia, salah satu perjalanan itu akhirnya membawanya sampai ke panggung Olimpiade Sains Nasional 2026. Dan mungkin bagi siswa lainnya, perjalanan berikutnya baru saja akan dimulai.
Setiap anak memiliki potensi dan perjalanan yang berbeda. Kenali lebih dekat lingkungan belajar, program, dan pengalaman siswa di Tirtamarta Pondok Indah dan Cinere.
Editor: Tedy Ahmad