Pengalaman Perdana Langsung Akreditasi A, Perpustakaan UBSI Ukir Prestasi
BEKASI, iNewsBekasi.id — Perpustakaan perguruan tinggi saat ini dituntut untuk bertransformasi dari sekadar tempat menyimpan buku menjadi pusat pengetahuan (knowledge center) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Komitmen ini dibuktikan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui keberhasilan Perpustakaan UBSI meraih predikat Akreditasi A pada Asesmen Lapangan Akreditasi Perpustakaan yang digelar di UBSI kampus Kaliabang, Bekasi.
Proses penilaian independen tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, Wakil Rektor II Bidang Non-Akademik UBSI Assoc. Prof. Adi Supriyatna, serta Kepala Perpustakaan UBSI Novita Indriyani. Evaluasi menyeluruh dilakukan oleh Tim Asesor Badan Akreditasi Perpustakaan yang terdiri atas Dra. Made Ayu Wirayati, Desi Mardianingsih, dan Saskia Lupita.
Rangkaian asesmen meliputi pemaparan profil perpustakaan, verifikasi dokumen administrasi, hingga inspeksi fasilitas pendukung seperti Student Corner, ruang multimedia, ruang diskusi, dan sarana layanan pemustaka.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UBSI Prof. Mochamad Wahyudi menekankan peran strategis perpustakaan bagi kemajuan akademis perguruan tinggi.
"Perpustakaan tidak hanya menyediakan koleksi bahan pustaka, tetapi juga berperan dalam menunjang pembelajaran, penelitian, dan penguatan budaya literasi di lingkungan kampus," ujar Prof. Wahyudi.
Pentingnya pemenuhan standar mutu perpustakaan perguruan tinggi turut diamini oleh anggota tim asesor yang juga menjabat sebagai Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dra. Made Ayu Wirayati. Made menuturkan bahwa saat ini baru sekitar 20 persen perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia yang terakreditasi, sehingga asesmen menjadi langkah krusial untuk evaluasi diri.
"Proses akreditasi memberikan kesempatan bagi pengelola perpustakaan untuk mengevaluasi berbagai komponen, mulai dari tata kelola kelembagaan, pengembangan koleksi, kualitas layanan, kompetensi sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana," ungkap Made.
Pencapaian tertinggi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengelola perpustakaan. Kepala Perpustakaan UBSI Novita Indriyani menyatakan bahwa Raihan Akreditasi A ini sangat berkesan mengingat ini merupakan pengalaman akreditasi perdana bagi institusinya.
"Predikat Akreditasi A menjadi semakin bermakna karena merupakan pengalaman akreditasi pertama yang diikuti Perpustakaan UBSI. Capaian tersebut mencerminkan upaya pengelola dalam memenuhi standar mutu dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola, koleksi, layanan, sumber daya manusia, hingga fasilitas," kata Novita.
Ia menegaskan pihak pengelola akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan serta menindaklanjuti rekomendasi tim asesor demi menjaga kualitas mutu layanan.
"Keberhasilan meraih Akreditasi A menjadi langkah penting bagi UBSI yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif, dalam memperkuat perpustakaan sebagai pusat informasi dan sumber pengetahuan. Dengan pengembangan layanan yang inovatif dan adaptif, Perpustakaan UBSI diharapkan semakin mampu mendukung kegiatan akademik serta meningkatkan budaya literasi di kalangan sivitas akademika," pungkasnya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar