Pemkab Bekasi Siapkan 4 Langkah Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Bojongmangu

Wahab Firmansyah
Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan meninjau permukiman penduduk yang mengalami pergerakan tanah di Kampung Legok Cariu Desa. Sukamukti Kecamatan. Bojongmangu.Foto/ Diskominfosantik

BEKASI, iNewsBekasi.id- Pemkab Bekasi akan membuat empat langkah dalam penanganan bencana tanah bergerak di Kampung Legok Cariu Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu. Hal itu disampaikan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan usai mengunjungi lokasi pergerakan tanah tersebut. 

Dani menjelaskan, Pemkab akan melakukan sejumlah langkah antisipasi serta rehabilitasi bagi rumah yang terdampak. BPBD Kabupaten Bekasi juga terus disiagakan untuk memantau kondisi tanah bergerak itu setiap hari.

“Sebelumnya ada titik lokasi yang memang sudah terjadi di wilayah ini dan sudah ditangani oleh dinas terkait, namun berhubung intensitas curah hujan yang tinggi akhirnya meluas ke rumah warga," kata Dani pada Sabtu (16/3/2024). 

Dani mengatakan, ada empat langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bekasi dalam penanganan pergeseran tanah.

“Pertama yang dilakukan adalah penyelamatan jiwa dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kedua adalah perhubungan karena transportasi tidak boleh terputus walaupun posisi jalannya terus mengalami kerusakan tapi kita tangani secara darurat," ujarnya.

Ketiga adalah air bersih harus tetap jalan dan kita jaga pasokan air bersih tetap ada dan energi listrik tetap ada, karena yang terdampak tidak hanya titik ini tapi juga yang lainnya di sekitar lokasi.

Dani mengungkapkan untuk langkah selanjutnya adalah rehabilitasi dan rekontruksi baik rehabilitasi untuk bangunan maupun lahan.

“Untuk rehabilitasi bangunan, hanya bisa kita tindaklanjuti setelah lahannya ditangani secara baik, dan kita sudah mendapatkan rekomendasi dari badan geologi yaitu untuk penguatan lereng, kemudian sistem drainase dan vegetasi. Semua itu sudah dalam tahap pengerjaan oleh Pemkab dan dibantu pihak Deltamas,” ungkapnya.

Opsi lain, lanjut Dani, setelah perbaikannya selesai akan mengundang kembali badan geologi. Nantinya untuk mendeteksi layak atau tidaknya lahan tersebut dijadikan tempat tinggal atau harus dikosongkan.

“Ya, nanti akan kita bahas lagi, yang terpenting saat ini pergerakan tanahnya bisa berhenti dan tidak terjadi lagi serta tidak meluas dampaknya,” pungkasnya.

Akibat pergerakan tanah atau longsor sebanyak 15 rumah warga dan mushala  mengalami kerusakan. dan 4 rumah rusak parah, dinding dan lantai bangunan tersebut mengalami retak akibat struktur tanah bergerak. 

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network