Maka, tradisi sarungan sudah dianggap jati diri oleh si pemuda. Namun, saat di negeri orang kelakuannya menyalahi tradisi setempat.
Sampai kemudian dosennya yang seorang profesor menghampiri. "Kamu kalau kemana-mana pakai celana. Saya tahu kalau di Indonesia sarung adalah pakaian tholabul 'ilmi (belajar)-nya santri. Tapi kalau di sini itu pakaian jimak (berhubungan badan)," kata sang profesor.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
BERITA POPULER
+
News Update
