BEKASI, iNewsBekasi.id– Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Jatimurni, Kota Bekasi, menyampaikan laporan kerja selama masa kepemimpinan Assoc. Prof. Dr. H. Muzahid Akbar Hayat, M.Si. dalam Rapat Koordinasi RT/RW yang digelar di Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (17/1/2026).
Dalam laporan tersebut, Dr. Muzahid Akbar Hayat, yang juga dikenal sebagai akademisi serta Tenaga Ahli DPR RI, memaparkan sejumlah program konkret yang telah direalisasikan BKM Jatimurni untuk membantu masyarakat kurang mampu. Program tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan 47 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta bantuan usaha bagi 30 pelaku UMKM, dengan total anggaran mencapai Rp150.000.000.
“Program-program ini merupakan bentuk komitmen BKM untuk hadir dan memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan ekonomi dan hunian layak,” ujarnya di hadapan para ketua RT dan RW.
Selain menyampaikan laporan kinerja, BKM Jatimurni juga memberikan kompensasi sebesar Rp2 juta kepada anggota Linmas yang telah purna bakti. Kompensasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan.
“Ini adalah bentuk terima kasih kami kepada para Linmas yang telah mengabdi dengan penuh tanggung jawab. Pengabdian mereka memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Muzahid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh RT, RW, dan masyarakat Jatimurni atas dukungan, saran, serta masukan yang telah diberikan selama pelaksanaan program BKM.
“BKM hadir dari masyarakat, menerima masukan kebutuhan dari masyarakat, dan melaksanakan pemenuhan kebutuhan sebagai solusi kembali ke masyarakat. Amanah BKM itu berat, karena harus benar-benar menjadi solusi yang efektif bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan program masih terdapat kekurangan. Ke depan, BKM Jatimurni berharap dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat dapat terus ditingkatkan agar program-program selanjutnya berjalan lebih optimal dan memberi dampak yang lebih luas.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
