Insiden ini terjadi di tengah status siaga banjir. BPBD Kota Bekasi mencatat sedikitnya enam wilayah terdampak genangan, diperparah hujan deras sejak Rabu (28/1/2026) malam serta kiriman air dari Bogor.
Pemkot Bekasi pun bergerak cepat. Tri Adhianto menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) agar proses penyedotan air tetap berjalan.
Langkah darurat yang dilakukan meliputi penyediaan satu unit pompa portable tambahan dari BBWSCC, penyiagaan kendaraan operasional di lokasi terdampak, serta perbaikan segera terhadap unit pompa yang rusak.
“Kalau ini tidak kita bantu, dampaknya bisa luar biasa. Karena itu kita bergerak cepat, kita kombinasi dengan BBWSCC,” tegas Tri.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, membenarkan bahwa kerusakan pompa disebabkan panas berlebih akibat beban kerja ekstrem.
“Pompa dinyalakan sejak kemarin malam karena hujan di Kalimati cukup tinggi. Karena situasi mendesak, kita pompa terus,” ujarnya.
DBMSDA memastikan perbaikan akan dilakukan secepat mungkin agar pompa kembali beroperasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan. Warga yang bermukim di bantaran kali pun diimbau tetap siaga, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi kiriman air belum mereda.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
