Doa Khusus untuk Jenazah
Berikut doa yang dianjurkan untuk jenazah sebagaimana diriwayatkan dalam hadis riwayat Sahih Muslim:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Artinya:
“Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskan tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantikan rumah, keluarga, dan pasangan yang lebih baik, serta lindungi dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim)
Adab Ziarah Kubur yang Perlu Diperhatikan
Menghadirkan hati dengan khusyuk dan niat karena Allah SWT.
Tidak duduk di atas kuburan, karena kubur harus dihormati.
Mengucapkan salam kepada penghuni kubur.
Menghadap ke arah wajah mayit sebagai bentuk penghormatan.
Merenungkan kematian dan kehidupan akhirat.
Mendoakan orang yang telah meninggal.
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Menghindari perbuatan yang dilarang, seperti meratap berlebihan atau melakukan ritual yang tidak sesuai syariat.
Hikmah Ziarah Kubur Menjelang Ramadan
Ziarah kubur bukan sekadar tradisi, tetapi sarana muhasabah diri. Dengan mengingat kematian, seorang Muslim diharapkan lebih siap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh ketakwaan.
Selain mendoakan ahli kubur, ziarah juga menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan kehidupan akhirat adalah tujuan yang kekal. Dengan menjaga adab dan niat yang benar, amalan ini dapat memperkuat iman dan memperbaiki hati. Wallahu A’lam.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
