Heboh Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing, Ahmad Sahroni Minta Penanganan Cepat dan Adil!

Wahab Firmansyah
Kepolisian diminyq segera memproses laporan dugaan pelecehan seksual terhadap atlet panjat tebing di Pelatnas FPTI. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Dugaan kekerasan seksual dan fisik mengguncang Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan kini telah memasuki ranah hukum. Seorang pelatih kepala diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Wahyu Pristiawan Buntoro, pada Selasa (24/2) menyatakan pihaknya telah memberhentikan sementara terduga pelaku dari jabatannya. Sementara itu, para atlet yang diduga menjadi korban telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Politikus yang juga pembina klub sepeda ASC Monsters tersebut menegaskan pentingnya menjamin keamanan para atlet selama menjalani pembinaan dan pelatihan.

“Sebagai pembina atlet juga, saya memahami betul bahwa tugas kita bukan hanya membina prestasi dan menyediakan fasilitas latihan yang baik, tetapi juga memastikan para atlet memiliki ruang yang aman dari berbagai jenis intimidasi dan kekerasan. Karenanya, kasus seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Saya minta Polri proses cepat laporan para atlet dan pastikan prosesnya adil dan transparan,” ujar Sahroni dalam keterangannya hari ini Kamis (5/3/2026).

Selain mendesak kepolisian bergerak cepat, Sahroni juga meminta seluruh pemangku kepentingan di bidang olahraga untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut dan berpihak pada korban.

Ia menegaskan pentingnya dukungan pemulihan bagi para atlet agar mereka dapat kembali fokus menjalani karier olahraga tanpa tekanan psikologis.

“Kemenpora, KONI, dan seluruh stakeholder olahraga juga berpihak pada korban. Karena jangan sampai para atlet dijunjung hanya saat meraih prestasi, tapi diabaikan ruang amannya saat berproses,” tegas Sahroni.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan olahraga yang lebih aman, khususnya bagi atlet yang sedang menjalani pembinaan di pelatnas.

 

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network