JAKARTA, iNewsBekasi.id - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan perkembangan krusial terkait keterlibatan oknum militer dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Yusri menegaskan bahwa empat prajurit TNI yang diduga menjadi dalang di balik penyerangan aktivis HAM tersebut kini telah diringkus dan resmi diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum.
"Sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman di tingkat penyelidikan," kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan empat orang yang dinamakan itu, berinisial NDP berpangkat perwira pertama Kapten; SL dan BHW dengan pangkat Lettu serta ES berpangkat Serda. Terkait motif penyiraman cairan berbahaya kepada Andrie, kini masih didalami oleh Puspom TNI.
"Jadi kita masih mendalami motifnya," ucap dia.
Diketahui Andrie dilarikan ke RSCM akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal yang mengenai area wajah dan beberapa bagian tubuhnya. Ia datang ke ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/03) dini hari, dengan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.
Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Dari pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20% pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi itu menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
