BEKASI, iNewsBekasi.id – Sosok Khalid bin Walid menjadi salah satu panglima perang paling legendaris dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijuluki Saifullah Almaslul atau “Pedang Allah yang Terhunus”.
Lahir sekitar tahun 585 M, Khalid bin Walid dikenal sebagai ahli strategi militer yang brilian. Di bawah kepemimpinannya, jazirah Arab berhasil dipersatukan dalam kekhalifahan Islam.
Selama memimpin pasukan Muslim, ia tercatat mengikuti lebih dari 100 pertempuran melawan Kekaisaran Byzantium dan tidak pernah mengalami kekalahan.
Meski dikenal sebagai panglima perang yang gigih, takdir berkata lain. Khalid bin Walid wafat bukan di medan pertempuran, melainkan di atas tempat tidur karena sakit.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Ta’ala.
Kisah Karomah: Minum Racun Tak Mempan
Di balik kepiawaiannya dalam peperangan, tersimpan kisah-kisah karomah yang menakjubkan. Salah satunya ketika ia singgah di sebuah kampung dan diperingatkan untuk berhati-hati terhadap racun. Namun ia justru berkata, “Berikan racun itu kepadaku!” Kemudian ia meminum racun tersebut sambil membaca basmalah, dan tidak terjadi sesuatu pun yang membahayakannya. (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la, Al-Baihaqi, dan Abu Na’im dari Abu Safar).
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
