BEKASI, iNewsBekasi.id - Polisi terus mendalami insiden kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuterline di Bekasi Timur yang menelan korban jiwa. Sejumlah pihak dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa pada hari ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan sejumlah pihak dilakukan pada Senin (4/5/2026).
"Selanjutnya, pada Senin penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taxi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)," ucap Budi dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan sejumlah saksi tersebut untuk mengusut tuntas kasus tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut.
"Guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," tuturnya.
Sebelumnya, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Polisi juga menggandeng tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan.
Salah satu yang ditelusuri adalah kemungkinan adanya gangguan teknis, termasuk pengaruh sistem kelistrikan atau sinyal di lokasi kejadian.
Sebagai informasi, peristiwa kecelakaan kereta api antara Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur itu terjadi pada Senin (27/4) kemaren. Tercatat, 16 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
