Sahroni Murka Soal Tabrak Lari Pajero di Kalimalang: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Wahab Firmansyah
Kasus tabrak lari yang melibatkan mobil Mitsubishi Pajero B 1756 PJL di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, menjadi sorotan publik. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBekasi.id- Kasus tabrak lari yang melibatkan mobil Mitsubishi Pajero bernomor polisi B 1756 PJL di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, menjadi sorotan publik. Insiden yang terjadi pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026, itu menyebabkan seorang korban berusia 62 tahun mengalami luka serius akibat benturan keras.

Korban yang mengalami cedera parah langsung dievakuasi petugas kepolisian ke RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur masih memburu pengemudi Mitsubishi Pajero yang diduga melarikan diri usai kejadian.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ahmad Sahroni meminta jajaran Polres Jakarta Timur segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dan memastikan korban mendapatkan haknya.

“Saya minta Polres Jakarta Timur segera memanggil, atau jika perlu menangkap, pengemudi Pajero tersebut. Ada korban yang terluka parah dan mengalami kerugian di sini, dan itu harus menjadi tanggung jawab penuh pelaku. Oleh karenanya, polisi harus memastikan ada kompensasi dan ganti rugi yang layak bagi korban,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Selain mendesak penegakan hukum terhadap pelaku tabrak lari, Sahroni juga menyoroti kondisi marka zebra cross di lokasi kejadian yang dinilai sudah memudar dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pejalan kaki.

Menurutnya, persoalan infrastruktur keselamatan jalan tersebut harus segera menjadi perhatian pihak terkait, mulai dari Korlantas Polri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga Dinas Perhubungan.

“Selain itu, jika dilihat dari rekaman CCTV, marka zebra cross di lokasi tampak pudar. Ini harus menjadi perhatian juga bagi Korlantas, Pemprov Jakarta, dan Dishub untuk segera membenahi marka-marka penyeberangan agar jelas terlihat. Marka yang pudar seperti itu membahayakan pejalan kaki dan juga pengemudi,” tegas Sahroni.

Kasus tabrak lari di Kalimalang ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas, tanggung jawab pengemudi saat terjadi kecelakaan, serta urgensi perbaikan fasilitas keselamatan jalan di Jakarta agar insiden serupa tidak terulang.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network