Dinkes juga telah menyiapkan tim gerak cepat yang akan bergerak apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan. Selain memantau kasus, Dinkes DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pola penularan Hantavirus.
Dijelaskan bahwa penularan paling sering terjadi melalui inhalasi aerosol, yakni ketika partikel dari kotoran, air liur, maupun urin tikus yang terinfeksi mengering lalu bercampur dengan udara dan terhirup manusia.
“Yang paling utama ada dengan inhalasi aerosol, jadi dari kotoran tikus, air liur maupun kencingnya, kalau kemudian dia kering lalu bercampur dengan partikel udara, itu bisa terhirup oleh kita,” jelasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
