BEKASI, iNewsBekasi.id – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cikarang melakukan pengamanan lokasi dan perbaikan jaringan listrik pasca insiden tragis yang melibatkan rangkaian kendaraan hiburan dengan perangkat audio berukuran besar atau sound horeg di Desa Kertamukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (2/6/2026) tersebut mengakibatkan tiga pemain odong-odong meninggal dunia akibat tersetrum saat mengikuti arak-arakan pengantin sunat. Insiden ini menjadi perhatian serius terkait pentingnya keselamatan ketenagalistrikan dalam kegiatan masyarakat yang menggunakan kendaraan atau peralatan berukuran tinggi.
Manager PLN UP3 Cikarang, Wiedhyarno Arief Wicaksono, mengatakan pihaknya segera melakukan pengamanan dan perbaikan jaringan di lokasi kejadian guna memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga keandalan pasokan listrik.
“PLN mengimbau panitia maupun penyelenggara kegiatan untuk berkoordinasi terlebih dahulu melalui PLN Mobile, Call Center PLN 123 atau langsung ke Unit Layanan PLN apabila kegiatan berpotensi berada di dekat jaringan listrik atau melintasi jalur yang terdapat jaringan listrik,” kata Wiedhyarno dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Wiedhyarno menjelaskan, berdasarkan standar keselamatan ketenagalistrikan, masyarakat wajib menjaga jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik, baik secara horizontal maupun vertikal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan ketentuan jarak aman dari jaringan listrik dan menghindari aktivitas yang berpotensi bersinggungan dengan jaringan listrik. Khusus pada kegiatan yang menggunakan sound horeg, kendaraan hias, panggung bergerak, alat berat, maupun peralatan berukuran tinggi lainnya, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama. Koordinasi dengan PLN sebelum kegiatan dilaksanakan sangat penting untuk memastikan seluruh aktivitas dapat berlangsung dengan aman tanpa membahayakan masyarakat maupun mengganggu keandalan sistem kelistrikan,” ujarnya.
Menurut dia, jaringan listrik PLN telah dibangun, dioperasikan, dan dipelihara sesuai standar teknis serta ketentuan keselamatan ketenagalistrikan yang berlaku, termasuk mengenai tinggi bebas jaringan dari permukaan tanah.
“Dalam berbagai kegiatan masyarakat yang melibatkan kendaraan atau perangkat dengan dimensi dan ketinggian di atas kondisi normal, diperlukan kewaspadaan dan perencanaan yang memadai agar tetap menjaga jarak aman terhadap jaringan listrik. Potensi risiko dapat diminimalkan apabila penyelenggara kegiatan melakukan koordinasi sejak awal sehingga langkah mitigasi yang diperlukan dapat dipersiapkan bersama,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan maupun pemulihan jaringan listrik. “Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami dalam setiap penanganan gangguan maupun pekerjaan pemulihan jaringan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan ketenagalistrikan,” tambahnya.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan pihaknya bersama PLN UP3 Cikarang terus memperkuat koordinasi untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kelistrikan.
“Sinergi yang baik antara Polres Metro Bekasi dan PLN Cikarang menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kelistrikan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga jarak aman dari jaringan listrik, dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan,” kata Sumarni.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. PLN terus memastikan infrastruktur kelistrikan dibangun dan dioperasikan sesuai standar keselamatan yang berlaku. Langkah pencegahan dan kewaspadaan bersama menjadi kunci penting untuk mencegah risiko kecelakaan dan menjaga keandalan pasokan listrik,” ungkap Sugeng.
Editor : Wahab Firmansyah
Artikel Terkait
