Kemenkes Keluarkan Peringatan Kemarau Panjang Juni 2026, Anak-Anak dan Lansia Paling Rentan

Muhammad Sukardi
Ilustrasi, Kemenkes memperingatkan bahaya kemarau panjang Juni 2026. (Foto: Istimewa).

Risiko Gangguan Kesehatan saat Kemarau Panjang

Menurut Kemenkes, musim kemarau tidak hanya identik dengan cuaca panas, tetapi juga berdampak pada penurunan kualitas udara dan berkurangnya ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa penyakit yang berisiko meningkat selama musim kemarau panjang:

1. Penyakit yang Ditularkan Nyamuk
Musim kemarau tetap berpotensi meningkatkan kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

2. Penyakit Akibat Sanitasi Buruk
Menurunnya kualitas dan ketersediaan air bersih dapat memicu penyakit seperti diare, kolera, tifoid, dan leptospirosis.

3. Gangguan Kesehatan Akibat Polusi Udara
Asap kebakaran hutan maupun peningkatan polusi udara dapat menyebabkan iritasi mata, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), bronkitis, serta gangguan pernapasan lainnya.

4. Penyakit Akibat Paparan Panas Berlebih
Cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko dehidrasi berat hingga heat stroke yang dapat membahayakan kesehatan.

"Kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan itu antara lain anak-anak, orang dengan penyakit penyerta, ibu hamil, hingga lansia," ungkap Kemenkes.

Editor : Wahab Firmansyah

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network