BEKASI, iNewsBekasi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang berlaku mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4 meter di beberapa kawasan sehingga masyarakat, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Peringatan tersebut dipicu oleh kondisi pola angin yang cukup kuat di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG mencatat angin di wilayah utara Indonesia umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia angin bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 7–25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia Selatan Banten, Samudra Pasifik Utara Maluku, dan Laut Arafuru," tulis BMKG dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan NTT, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram dan Laut Arafuru bagian utara.
Kemudian Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik Utara Maluku, Samudra Pasifik Utara Papua Barat Daya dan Samudra Pasifik Utara Papua.
Gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50-4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia Barat Kep. Nias, Samudra Hindia Barat Bengkulu, Samudra Hindia Barat Lampung dan Samudra Hindia Selatan Banten.
Lalu, Samudra Hindia Selatan Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia Selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Bali, Samudra Hindia Selatan NTB.
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi perahu.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ucap BMKG.
Editor : Tedy Ahmad
Artikel Terkait
