Jababeka Percepat Transisi Energi, Solar Panel Jadi Andalan Kawasan Industri

Wahab Firmansyah
Jababeka mempercepat transisi energi dengan mendorong pemanfaatan PLTS Atap bagi tenant. Foto/Istimewa

BEKASI, iNewsBekasi.id- PT Jababeka Infrastruktur mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan di kawasan industri melalui perluasan akses Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap bagi tenant. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi sekaligus mendorong terciptanya kawasan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Operasional PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta Puspa, dalam Breakout Session 10 – Greening Industrial Parks: Scaling Rooftop Solar for Industrial Decarbonisation pada IndoSolar 2026 di Fairmont Jakarta.

Dalam forum yang diselenggarakan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) bersama GIZ tersebut, Vega mengungkapkan bahwa minat tenant di Kawasan Industri Jababeka untuk menggunakan solar panel terus meningkat.

Namun, menurutnya, penerapan PLTS Atap masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan kuota yang tersedia.

“Tenant di kawasan industri Jababeka sebenarnya sudah banyak yang ingin menggunakan solar panel. Namun, salah satu kendalanya adalah kuota yang tersedia. Kami berharap pemerintah dapat mendukung proses akselerasi sistem kuota untuk energi terbarukan agar kebutuhan industri dapat lebih cepat terakomodasi,” ujar Vega.

Selain persoalan kuota energi terbarukan, kondisi bangunan juga menjadi salah satu perhatian dalam pemasangan PLTS Atap di kawasan industri.

Kawasan Industri Jababeka memiliki tenant dengan karakteristik yang beragam, mulai dari anchor tenant hingga perusahaan kecil dan menengah. Kondisi konstruksi masing-masing bangunan pun tidak selalu sama.

Sebagian tenant juga masih membutuhkan informasi mengenai spesifikasi serta persyaratan struktur atap yang harus dipenuhi sebelum pemasangan PLTS Atap dilakukan.

Menurut Vega, pengelola kawasan memiliki peran penting dalam membantu tenant memahami kesiapan infrastruktur. Pengelola juga dapat mempertemukan kebutuhan tenant dengan penyedia solusi energi terbarukan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari visi Jababeka dalam mendorong terbentuknya kawasan industri yang lebih berkelanjutan.

Jababeka Targetkan Net Zero Industrial Cluster Community 2050

Dalam sesi tersebut, Jababeka turut menegaskan komitmennya terhadap Net Zero Industrial Cluster Community pada 2050. Target tersebut 10 tahun lebih cepat dibandingkan target net zero pemerintah pada 2060.

Komitmen tersebut menjadi salah satu landasan Jababeka untuk terus mendorong adopsi energi bersih dan berbagai solusi rendah karbon di lingkungan kawasan industri.

Langkah tersebut dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap sumber energi yang lebih berkelanjutan serta tekanan untuk menurunkan emisi karbon dalam rantai pasok global.

Perspektif tersebut turut diperkuat oleh Hendro Gunawan, Policy Analyst in Renewable Energy Kementerian ESDM, yang membahas pentingnya dukungan kebijakan dan regulasi untuk memperluas pemanfaatan PLTS Atap.

Menurutnya, pengembangan energi surya juga perlu berjalan dengan tetap memperhatikan keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Sementara itu, Philip Effendy, VP of Operations PT Xurya Daya Indonesia, menyoroti sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar pengembangan PLTS Atap dapat diterapkan secara lebih luas.

Aspek tersebut mencakup faktor teknis, integrasi dengan kegiatan operasional industri, model bisnis, hingga skema pembiayaan.

Dari sisi pelaku industri, Dina Ferydsa Verdiana, Climate Risk Specialist Asia Pulp & Paper Group, menilai energi terbarukan semakin relevan sebagai bagian dari strategi iklim dan dekarbonisasi perusahaan.

Pemanfaatan energi terbarukan juga semakin penting untuk merespons tuntutan investor, pelanggan, serta rantai pasok global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Melalui partisipasinya dalam IndoSolar 2026, Jababeka menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengelola kawasan industri, tenant, pemerintah, dan penyedia solusi energi terbarukan.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci untuk mempercepat transisi energi di kawasan industri, termasuk melalui peningkatan pemanfaatan PLTS Atap.

Bagi Jababeka, peningkatan akses terhadap energi terbarukan bukan hanya bagian dari upaya mencapai target net zero. Langkah tersebut juga menjadi strategi untuk membangun kawasan industri yang lebih hijau, kompetitif, dan siap menghadapi kebutuhan industri di masa depan.

Editor : Wahab Firmansyah

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network