PLTS 100 GWp Dimulai, Atap Gedung Kini Punya Potensi Jadi Sumber Energi
JAKARTA, iNewsBekasi.id- Pemanfaatan energi surya di Indonesia memasuki momentum baru. Pemerintah resmi memulai Program PLTS 100 GWp pada 25 Agustus 2026 melalui peluncuran dan groundbreaking yang dipusatkan di Gilimanuk, Bali, serta terhubung dengan sejumlah proyek PLTS di berbagai daerah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Pengembangan energi surya juga sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang menetapkan tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan dengan rencana penambahan kapasitas terbesar, yakni mencapai 17,1 GW hingga 2034.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan bahwa energi surya semakin memiliki peran penting dalam lanskap energi Indonesia.
Bagi sektor bisnis, potensi energi matahari dapat dimanfaatkan lebih dekat dengan lokasi konsumsi melalui PV Rooftop atau PLTS Atap. Area atap gedung perkantoran, kawasan industri, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas komersial dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik dari energi matahari.
Selain mendukung pemanfaatan energi terbarukan, PLTS Atap juga dapat membantu perusahaan mengoptimalkan pengelolaan energi sekaligus mendukung upaya penurunan emisi tidak langsung dari konsumsi listrik.
"Implementasi PV Rooftop dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing pelanggan melalui skema on-grid, off-grid, maupun hybrid," kata Chipta dalam keterangannya pada Jumat (25/9/2026).
Editor: Wahab Firmansyah